BI Catat Ada Kenaikan Harga Beras Saat Banjir Jabodetabek

Kompas.com - 10/01/2020, 19:02 WIB
Pembeli memilih berbagai jenis beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017). Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras memberikan pengaruh yang besar kepada para petani dan pedagang sehingga menyebabkan pasokan beras ke pasar induk anjlok. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPembeli memilih berbagai jenis beras yang dijual di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017). Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras memberikan pengaruh yang besar kepada para petani dan pedagang sehingga menyebabkan pasokan beras ke pasar induk anjlok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga sejumlah komoditas melonjak saat terjadi banjir besar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada awal Januari 2020. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, salah satu komoditas yang harganya melonjak saat terjadi banjir yakni beras.

"Kami pantau beberapa komoditas di sejumlah daerah mengalami banjir, seperti di Jakarta, di Depok, secara umum dampaknya lebih terlihat pada harga beras," ujarnya di Kantor BI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Gedungnya Terendam Banjir, Kemenkeu Ajukan Klaim Asuransi Rp 50,6 Miliar

Namun Perry tidak menyebutkan pasti berapa besar kenaikan harga beras di Jabodetabek saat terjadi banjir besar tersebut.

Sementara itu BI mengatakan, untuk harga-harga komoditas yang lain relatif lebih stabil meski ada banjir besar di Jabodetabek.

Sebelumnya, Bank Indonesia memprediksi angka inflasi hanya ada di kisaran 0,41 persen pada Januari 2020. Angka tersebut merupakan inflasi bulanan terendah sejak 2016.

Baca juga: Bea Cukai Tindak Penyelundupan 858.240 Pulpen dari China

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rata-rata inflasi bulanan sejak 2016 sampai 2019 sebesar 0,64 persen.

"Ini (inflasi Januari 2020) alhamdulillah lebih rendah dari histori-nya," ujarnya di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Perry mengatakan, inflasi Januari 2020 disebabkan naiknya sejumlah bahan pangan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Indonesia.

Adapun indeks harga komoditas (IHK) penyumbang inflasi tertinggi bersumber dari cabai merah dan bawang merah.

Baca juga: Konflik Iran-AS Mereda, Rupiah Ditutup Perkasa di Akhir Pekan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X