DPR Dipandang Lebih Baik Awasi Penyelesaian Kasus Jiwasraya

Kompas.com - 10/01/2020, 20:56 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kini tengah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Adapun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebut pula bakal membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya, perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia tersebut.

Meski demikian, pengamat memandang DPR tidak memiliki urgensi untuk membentuk pansus Jiwasraya. Sebaliknya, DPR dipandang lebih baik melakukan fungsi pengawasan.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, para anggota DPR lebih baik berfokus pada upaya pengawasan terhadap pemerintah dan Kejaksaan Agung yang saat ini sedang menyelesaikan masalah Jiwasraya, baik dari aspek hukum, keuangan maupun regulasi.

Baca juga: Kemenkeu: Jiwasraya Harus Bisa Pertanggungjawabkan Polis Hingga Usai, Tapi...

Ini berkaca pada kasus Bank Century beberapa tahun lalu. Pansus Bank Century, kata Eko, nyatanya tidak mampu menyelesaikan masalah secara komprehensif dan optimal.

"Jangan sampai kasus Jiwasraya ini hanya isu politik doang dan tidak menyentu kepada subtansi masalah, terutama untuk pengembalian uang nasabah," kata Eko di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soal pembentukan pansus Jiwasraya, imbuh dia, jika kasus ini terlalu jauh diseret ke ranah politik maka dia khawatir aksi korporasi dan restrukturisasi Jiwasraya akan berlangsung lama. Akhirnya bisa menelantarkan kepentingan nasabah.

"Kita menghargai hak politik DPR atas pembentukan Pansus, namun ini memang dikhawatirkan nanti terlalu dipolitisir hingga menelantarkan subtansi target yang ingin dicapai yaitu stabilitas kinerja keuangan dan pemenuhan kewajiban pembayaran terhadap nasabah," terang Eko.

Baca juga: BEI: Investor Asing Tak Terpengaruh Isu Saham Gorengan Jiwasraya

Sebagai informasi, saat ini BPK tengah menyidik kasus korupsi Jiwasraya yang menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp 13,7 triliun.

BPK pun telah melakukan pencekalan, antara lain terhadap mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan, Hary Prasetyo, mantan Direksi Pemasaran, De Yong Adrian, hingga pelaku pasar modal.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Obligor BLBI Temui Satgas, Ada Perwakilan Keluarga Bakrie

6 Obligor BLBI Temui Satgas, Ada Perwakilan Keluarga Bakrie

Whats New
Mendag Lutfi Minta Seluruh Pedagang di Pasar Rakyat Divaksin Covid-19

Mendag Lutfi Minta Seluruh Pedagang di Pasar Rakyat Divaksin Covid-19

Whats New
Saat Jokowi Janji Beli Kembali Indosat di Pilpres 2014

Saat Jokowi Janji Beli Kembali Indosat di Pilpres 2014

Whats New
Mendag Lutfi Minta Pedagang Pasar Manfaatkan Platform Digital

Mendag Lutfi Minta Pedagang Pasar Manfaatkan Platform Digital

Whats New
Milenial Jangan Buang Waktu, Susi Pudjiastuti Sarankan Bangun Bisnis Saat Pandemi

Milenial Jangan Buang Waktu, Susi Pudjiastuti Sarankan Bangun Bisnis Saat Pandemi

Smartpreneur
Perkuat Layanan Digital, Bank Banten Gandeng FDS Gunakan Amazon Web Services

Perkuat Layanan Digital, Bank Banten Gandeng FDS Gunakan Amazon Web Services

Whats New
Mendag: Nilai Ekspor RI pada Agustus 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Mendag: Nilai Ekspor RI pada Agustus 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
BEI Respons Potensi Blibli Lakukan Backdoor Listing di Bursa

BEI Respons Potensi Blibli Lakukan Backdoor Listing di Bursa

Whats New
Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Asing Borong TLKM, AGRO, dan BFIN

Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Asing Borong TLKM, AGRO, dan BFIN

Whats New
Siasati Pandemi, Watsons Tetap Ekspansi dengan Konsep Ini

Siasati Pandemi, Watsons Tetap Ekspansi dengan Konsep Ini

Whats New
Menteri Investasi: Negara Tetangga Tak Ingin RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Menteri Investasi: Negara Tetangga Tak Ingin RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mendag Lutfi: Harga dan Stok Bahan Pokok di Masa PPKM Terkendali dan Stabil

Mendag Lutfi: Harga dan Stok Bahan Pokok di Masa PPKM Terkendali dan Stabil

Whats New
Targetkan Pertumbuhan Bisnis Kartu Kredit 7 Persen, Bank Mandiri Andalkan Transaksi E-commerce

Targetkan Pertumbuhan Bisnis Kartu Kredit 7 Persen, Bank Mandiri Andalkan Transaksi E-commerce

Whats New
PT PAL Dapat Lisensi Bikin Kapal Perang Canggih dari Inggris

PT PAL Dapat Lisensi Bikin Kapal Perang Canggih dari Inggris

Whats New
Begini Strategi Watson Bertahan di Tengah Pandemi

Begini Strategi Watson Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.