AS dan Jepang Tertarik Investasi di Natuna, Ini Sektor yang Diminati

Kompas.com - 11/01/2020, 07:10 WIB
KRI Sutedi Senoputra-378 (kiri) dan KRI Teuku Umar-385 (kanan) berlayar meninggalkan Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (9/1/2020). KRI Usman Harun-359 bersama KRI Sutedi Senoputra-378 dan KRI Teuku Umar-385 berlayar untuk mengikuti Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 sebagai pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKRI Sutedi Senoputra-378 (kiri) dan KRI Teuku Umar-385 (kanan) berlayar meninggalkan Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (9/1/2020). KRI Usman Harun-359 bersama KRI Sutedi Senoputra-378 dan KRI Teuku Umar-385 berlayar untuk mengikuti Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 sebagai pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Amerika Serikat (AS) dan Jepang tertarik investasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Menurut Luhut, kedua negara tersebut ingin berinvestasi di sektor pariwisata dan perikanan di Natuna. Natuna dinilai memiliki banyak potensi yang bisa menguntungkan investor.

"Kami nanti cari (potensi wisatanya), mungkin diving, resort, pulau. Di sana banyak pulau, ada 220 pulau di sana," katanya ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Terkait Natuna, Luhut Emoh Dicap Lembek

Sementara di sektor perikanan, para investor asing tertarik masuk ke budidaya perikanan dan penangkapan ikan di perairan Natuna yang dikenal kaya sumberdaya perikanan.

"Macam-macam (bentuk kerja samanya), bisa dari budidaya ikan, penangkapan ikan di laut wilayah ZEE kita," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah akan membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di perairan Natuna bagian utara.

Ini merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga: Nelayan: Jangan Anggap Sepele Masuknya Kapal China ke Natuna

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X