Ini Aturan BEI Bagi UKM yang Mau Masuk Bursa

Kompas.com - 11/01/2020, 15:01 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kesempatan kepada usaha mikro dan kecil (UKM) untuk tercatat di bursa.

Hal ini disampaikan I Gede Nyoman Yetna Direktur Penilaian Perusahaan BEI, di BEI Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

"Buat perusahaan yang kecil dan menengah, kami beri kesempatan dan kami sudah catatkan kemarin. Ada pencatatan khusus untuik UKM dipapan akselerasi," kata Nyoman.

Baca juga: Mau Seperti Kopi Kenangan, UKM Tak Boleh Hanya Andalkan KUR

Namun demikian, Nyoman menyebut pencatatan dan sistemnya tidak sama dengan saham - saham yang berasal dari perusahaan besar.

"Kami dagangkan di board yang berbeda, jadi peraturan pencatatan berbeda, perdagangan berbeda dan pengawasannya juga berbeda," jelas Nyoman.

Menurut Nyoman sistem yang berbeda diaplikasikan kepada saham UKM dilakukan untuk melindungi Investor. Ada kode khusus untuk saham UKM tersebut.

"Ini adalah bagian perlindungan untuk investor. Disatu sisi kami memberikan kesempatan perusahaan kecil di pasar modal. Kami juga berikan kode khusus bahwa ini adalah perusahaan kecil menengah dengan karakternya sendiri," jelas Nyoman.

Baca juga: BEI: Investor Asing Tak Terpengaruh Isu Saham Gorengan Jiwasraya

Kode khusus tersebut disematkan dengan tujuan, pada saat investor ingin membeli saham, maka Investor sadar dengan segala karakteristik yang melekat.

"Untuk itu, saat tampilan akan muncul bahwa itu perusahaan kecil menengah," katanya.

Selanjutnya, Nyoman menyebut BEI memiliki IDX Incubator sebagai bentuk tanggungjawab bursa dalam mengakomodir UKM untuk tumbuh. Bursa ingin meyakinkan bagaimana UKM memiliki kemampuan untuk dicatatkan di papan akselerasi.

"IDX incubater adalah tempat yang di-create oleh bursa untuk membina perusahaan kecil dan menengah, atau di-grooming sebelum masuk ke papan akselerasi," katanya.

Baca juga: Belum Selesai Skandal Jiwasraya, Kini Muncul Masalah Asabri

Mengingat ekosistem UKM yang cukup luas, maka Nyoman menegaskan, bursa bisa menjadi rumah bagi pertumbuhan perusahaan kecil dan menengah.

"Bursa adalah tempat atau rumah pertumbuhan bagi startup atau perusaahaan kecil dan menengah dan (kami) memperhatikan sekaligus menjaga mereka tetap tumbuh," jelasnya.

Nyoman menyebut saat ini total saham yang tercatat di BEI sudah 79 saham, yang mana di dalamnya termasuk perusahaan kecil atau UKM.

Baca juga: Dicopot Erick Thohir, Eks Komisaris Pupuk Indonesia: Salah Saya Apa?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X