Kemenhub Minta Syahbandar Tunda Kapal Berlayar Saat Cuaca Ekstrem

Kompas.com - 11/01/2020, 21:01 WIB
Pemudik melintas di samping Kapal Dorolonda yang sandar di Pelabuh Tanjung Priok, Jakarta, Sabu (09/06/2018).  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyediakan fasilitas mudik gratis untuk kapal laut beroperasi pada 9-13 Juni 2018 dengan daya tampung 30.400 penumpang dan 15.200 unit motor. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPemudik melintas di samping Kapal Dorolonda yang sandar di Pelabuh Tanjung Priok, Jakarta, Sabu (09/06/2018). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyediakan fasilitas mudik gratis untuk kapal laut beroperasi pada 9-13 Juni 2018 dengan daya tampung 30.400 penumpang dan 15.200 unit motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran pada 10 Januari 2020 yang ditujukan kepada para Syahbandar di seluruh Indonesia.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengatakan, setiap pemberangkatan kapal harus selalu memperhatikan kondisi cuaca yang mengacu pada berita cuaca BMKG dengan mengakses website BMKG.

"Bila cuaca sangat berbahaya untuk keselamatan pelayaran, maka Syahbandar wajib menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca memungkinkan untuk berlayar," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Baca juga: Kemenhub Tambah Kapal Patroli untuk Amankan Natuna

Lebih lanjut, Ahmad menginstruksikan kepada jajarannya untuk meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Ia juga meminta agar Syahbandar memastikan semua kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia, terutama kapal penumpang, tidak melebihi kapasitas yang diizinkan.

Selain itu harus ada juga asuransi bagi penumpang kapal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk kapal penumpang Roro yang mengangkut penumpang dan kendaraan, dilarang mengangkut atau memuat barang berbahaya dan kendaraan harus diikat dengan baik," kata dia.

Baca juga: Jokowi Restui Luhut Punya 6 Deputi, dari Infrastruktur hingga Investasi

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada para syahbandar agar meningkatkan pemeriksaan fisik kapal terutama alat-alat keselamatan pelayaran dan peralatan pemadam kebakaran.

Begitupun dengan muatan atau kontainer, harus diikat dengan baik dan tidak melebihi kapasitas angkut.

Nakhoda kapal diminta harus mampu memperhitungkan stabilitas kapalnya dengan baik sebelum bertolak dari dermaga.

Baca juga: Beda Klaim Luhut dan CEO Softbank Soal Investasi di Ibu Kota Baru



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.