Harga Emas Dunia Turun

Kompas.com - 13/01/2020, 10:38 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan lalu gejolak Iran - Amerika Serikat telah membuat harga emas naik tinggi dan sempat melampaui 1.600 dollar per ons pada Rabu (8/1/2020)

Namun harga emas berjangka Senin (13/1/2020), turun 0,35 persen menjadi 1.556 dollar AS per ons dari yang sebelumnya 1,562 dollar AS per ons.

James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC Securities, mengatakan, harga emas bisa berpotensi naik lagi, seiring dengan pengumuman Presiden Trump soal sanksi terhadap Iran yang mengindikasikan konflik masih memanas.

"Peningkatan risiko geopolitik, terutama dalam waktu singkat, dapat mengirim investor ke emas dan USD secara bersamaan," ucap James seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 3.000, Ini Daftar Rincinya

HSBC pin menaikkan proyeksi harga emas 2020 menjadi 1.613 dollar AS per ons dari 1.560 dollar AS.

Logam mulia pada pekan lalu sempat melambung di atas 1.600 dollar AS per ons. Posisi ini memperpanjang kenaikannya ke level tertinggi dalam enam tahun.

Awal kenaikan emas tahun ini sendiri didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Selain itu, kenaikan emas juga disebabkan karena Federal Reserve melonggarkan kebijakannya tahun lalu.

Baca juga: Selama Dua Hari Harga Emas Dunia Jatuh Terus



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X