Ketua Komisi XI DPR soal Jiwasraya: Kalau Cukup Pakai Panja, Pakai Panja Saja

Kompas.com - 13/01/2020, 11:19 WIB
Puluhan nasabah ketika melakukan audiensi dengan Komisi VI DPR RI terkait gagal bayar polis asurasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAPuluhan nasabah ketika melakukan audiensi dengan Komisi VI DPR RI terkait gagal bayar polis asurasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih membahas persoalan gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya Tbk. Dalam pembahasan, mengemuka pula wacana pembentukan Panitia Kerja (Panja) maupun Panitia Khusus (Pansus).

Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dito Ganinduto mengatakan, pihaknya tidak terburu-buru membentuk Pansus. Pembentukan Pansus akan dirapatkan terlebih dahulu bersama Komisi VI DPR RI.

"Kesimpulan kita adalah, kita akan rapat gabungan dengan komisi VI," kata Dito Ganinduto kepada Kompas.com, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Belum Selesai Skandal Jiwasraya, Kini Muncul Masalah Asabri

Dito menuturkan, rapat gabungan diperlukan karena pihaknya belum mendengar pernyataan resmi dari pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah memberikan pernyataan kepada Komisi VI.

Sedangkan, Komisi VI DPR RI belum mendengar pernyataan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Karena komisi VI selama ini baru dengar dari BUMN, belum dengar dari sektor keuangan. Sementara kita sebelum reses sudah bahas masalah Jiwasraya. Kita sudah panggil OJK, Menkeu, dan BPK. Kita rapat beberapa hari," jelas Dito.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kemenkeu: Jiwasraya Harus Bisa Pertanggungjawabkan Polis Hingga Usai, Tapi...

Dito bilang, hasil rapat nantinya bisa ditindaklanjuti dengan pembentukan Panja masing-masing. Pembentukan Panja juga berguna untuk meredam kegaduhan, mengingat Jiwasraya Putra tengah berjuang mencari investor.

"Ya makanya kita panja dulu, kita gabungan. Kalau cukup pakai panja, ya pakai panja saja. Ini kan masalahnya uang nasabah dan hukum yang di handle sama Kejagung," ungkap Dito.

Intinya, dia bilang, pembentukan panitia bertujuan untuk menyelamatkan uang nasabah. Pemerintah dan BUMN sudah bertanggung jawab untuk membalikkan uang nasabah secara bertahap.

Baca juga: Analis: Jiwasraya Sengaja Beli Saham BUMN Gorengan untuk Kelabui Auditor

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

Rilis
Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X