Ketemu Jokowi, Pangeran UEA Tawari Investasi Rp 314 Triliun

Kompas.com - 13/01/2020, 11:46 WIB
Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, UEA, pada Minggu (12/2/2020). Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, UEA, pada Minggu (12/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Putra Mahkota Uni Emirat Arab ( UEA) Mohamed bin Zayed meneken kerja sama dengan Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, UEA berencana menggelontorkan investasi hingga 6,8 miliar dollar AS.

Komitmen investasi itu disampaikan Jokowi usai pertemuannya dengan Mohamed bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan.

"Perkiraan nilai investasi dalam perjanjian ini sebesar 22.89 miliar dollar AS atau sekitar Rp 314,9 triliun," kata Jokowi seperti dikutip dari akun Instagram resminya, Senin (13/1/2020).

Selain investasi, ada 11 perjanjian bisnis Indonesia dan UEA di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset.

"Saya mengapresiasi kemajuan yang signifikan dalam hubungan kerja sama antara Indonesia dan UEA," jelas Jokowi.

Kemudian, di kesempatan yang sama, kedua negara juga sepakat meneken lima perjanjian kerja sama antarpemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Baca juga: Jokowi Restui Luhut Punya 6 Deputi, dari Infrastruktur hingga Investasi

"Saya juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadikan UEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran," kata Jokowi.

Dikutip dari laman Setkab, investasi UEA di Indonesia dilakukan melalui Sovereign Welth Fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan menyebut kerja sama ini adalah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah.

“Ini belum pernah ada deal sebesar ini. Dan lebih dari pada itu saya melihat tadi waktu tete a tete dan makan malam rombongan Bapak Presiden dengan, apa namanya, Crowned Princes. Pertemuan betul-betul sangat cair sekal, dan Muhammad bin Zayed ini menghormati Presiden Jokowi sebagai Big Brother dia,” kata Luhut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan, kepercayaan dari UEA itu muncul sejak bulan Juli yang lalu, sekitar 7 bulan yang lalu, saat Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed berkunjung di Indonesia.

Kemudian Presiden menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi sebagai Contact Person dari pihak Indonesia, sementara dari UEA ditunjuk satu menteri yang melakukan komunikasi secara intensif.

Baca juga: Jokowi Restui Luhut Punya 6 Deputi, dari Infrastruktur hingga Investasi

“Hasilnya dalam 7 bulan, kita bisa menyelesaikan perjanjian-perjanjian yang tadi di saya sebutkan (16 perjanjian),” terang Retno.

“Saya yakin ini merupakan refleksi dari trust dunia terhadap Indonesia. Jadi, selain masalah investasi kita juga melakukan kerja sama lainnya,” sambungnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X