Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mulai dari Rp 400.000, Prudential Beri Perlindungan dari Ratusan Penyakit

Kompas.com - 13/01/2020, 14:27 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asuransi Prudential meluncurkan produk asuransi tambahan dengan nama PruTotal Critical Protection (PruTop) dan PruTotal Critical Protection Syariah (PruTop Syariah).

Asuransi ini hadir untuk melindungi pemegang polis dari 112 kondisi krisis.

Adapun biaya atau premi yang dibebankan bergantung pada perhitungan usia, gaya hidup serta unitlink yang dipilih.

Namun, Head of Production Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama menjelaskan preminya mulai dari Rp 400.000 saja per bulan.

"Kalau penambahan premi dan penghitungan premi itu bergantung usia dan tergantung unitlink yang dipilih, tapi start from Rp 400.000 sebulan," kata Himawan di Menara Astra Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Bayar Premi Asuransi Online Prudential Bisa via Tokopedia

Himawan mengatakan unit adalah asuransi tambahan untuk unitlink produk dasar atau eksisting dari jenis asuransi dasar, PruLink Generasi baru dan PruLink Syariah Generasi Baru.

Asuransi ini akan melindungi penggunya atas kondisi kritis yang lebih luas dan tidak lagi terbatas pada penyakit kritis yang dilindungi dengan maksimal pertanggungan Rp 5 miliar.

Selain itu, jenis asuransi PruTop ini juga tidak memiliki ketentuan masa bertahan hidup. Juga asuransi ini mencakup penyakit-penyakit jenis baru ataupun yang belum ditemukan.

PruTop menawarkan asuransi dengan berfokus pada perawatan, tindakan dan ketidakmampuan permanen atas kondisi kritis yang terjadi.

"Asuransi krisis bisa dipilih mau yang paket komplit atau yang paket penting, mau yang tahap akhir dan meninggal dunia saja atau mau yang dari tahap awal," kata Himawan.

Baca juga: Luncurkan Produk Baru, Prudential Bisa Jamin Nasabah Hingga 99 Tahun

Himawan menyebut bentuk tambahan asuransi ini muncul mengingat banyaknya bermunculan ragam jenis penyakit baru.

Maka dari itu, selain masyarakat pengubah pola hidup lebih sehat, sedia payung sebelum hujan juga dibutuhkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia, Hutama Karya Masuk Peringkat Ke-183 Fortune Southeast Asia 500

Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia, Hutama Karya Masuk Peringkat Ke-183 Fortune Southeast Asia 500

Whats New
Mendag Zulhas Segera Terbitkan Aturan Baru Ekspor Kratom

Mendag Zulhas Segera Terbitkan Aturan Baru Ekspor Kratom

Whats New
Manfaatnya Besar, Pertagas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera-Jawa

Manfaatnya Besar, Pertagas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera-Jawa

Whats New
Soal Investor Khawatir dengan APBN Prabowo, Bos BI: Hanya Persepsi, Belum Tentu Benar

Soal Investor Khawatir dengan APBN Prabowo, Bos BI: Hanya Persepsi, Belum Tentu Benar

Whats New
Premi Asuransi Kendaraan Tetap Tumbuh di Tengah Tren Penurunan Penjualan, Ini Alasannya

Premi Asuransi Kendaraan Tetap Tumbuh di Tengah Tren Penurunan Penjualan, Ini Alasannya

Whats New
Hidrogen Hijau Jadi EBT dengan Potensi Besar, Pemerintah Siapkan Regulasi Pengembangannya

Hidrogen Hijau Jadi EBT dengan Potensi Besar, Pemerintah Siapkan Regulasi Pengembangannya

Whats New
Rupiah Masih Tertekan, Bank Jual Dollar AS Rp 16.600

Rupiah Masih Tertekan, Bank Jual Dollar AS Rp 16.600

Whats New
Freeport Akan Resmikan Smelter di Gresik Pekan Depan

Freeport Akan Resmikan Smelter di Gresik Pekan Depan

Whats New
Akhir Pekan, IHSG Mengawali Hari di Zona Hijau

Akhir Pekan, IHSG Mengawali Hari di Zona Hijau

Whats New
Ini Kendala Asuransi Rumuskan Aturan Baku Produk Kendaraan Listrik

Ini Kendala Asuransi Rumuskan Aturan Baku Produk Kendaraan Listrik

Whats New
Dokumen Tak Lengkap, KPPU Tunda Sidang Google yang Diduga Lakukan Monopoli Pasar

Dokumen Tak Lengkap, KPPU Tunda Sidang Google yang Diduga Lakukan Monopoli Pasar

Whats New
Bos Bulog Ungkap Alasan Mengapa RI Bakal Akuisisi Sumber Beras Kamboja

Bos Bulog Ungkap Alasan Mengapa RI Bakal Akuisisi Sumber Beras Kamboja

Whats New
Luhut Bantah Negara Tak Mampu Biayai Program Makan Siang Gratis

Luhut Bantah Negara Tak Mampu Biayai Program Makan Siang Gratis

Whats New
Suku Bunga Tidak Naik, Ini Strategi Bank Indonesia Stabilkan Rupiah

Suku Bunga Tidak Naik, Ini Strategi Bank Indonesia Stabilkan Rupiah

Whats New
Harga Emas Terbaru 21 Juni 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 21 Juni 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com