Simak 4 Tips Ini Sebelum Memulai Bisnis Franchise

Kompas.com - 15/01/2020, 05:42 WIB
Ilustrasi franchise, waralaba Dok. HaloMoney.co.idIlustrasi franchise, waralaba

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah tak asing lagi, bisnis  franchise atau waralaba menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan.

Dengan membeli sebuah franchise harapannya bisnis kita cepat laku, karena kita membeli nama yang sudah terkenal bagi orang banyak

Namun sebenarnya tidak semua bisnis franchise bisa menjanjikan peluang dan keuntungan yang besar. Sebab, layaknya bisnis pada umumnya, franchise pun bisa bangkrut jika salah urus.

Baca juga: Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Bisnis Franchise?

Dikutip dari Entrepreneur, Selasa (14/1/2020), berikut ini tips memilih franchise yang baik dan benar.

1. Pahami risikonya

Setiap bisnis pasti memiliki risiko, namun bisnis yang baik pasti memiliki risiko yang kecil. Sebelum memutuskan untuk membeli bisnis franchise, cobalah perhatikan tingkat kegagalannya.

Terutama jika menyangkut dengan franchise baru. Lihatlah tingkat pertumbuhan dan kegagalannya pada daerah lain.

Jika suatu franchise mengalami tingkat kegagalan sebanyak 20 persen atau lebih, Anda harus mewaspadai dan mencari informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk mengambilnya sebagai bagian bisnis.

Baca juga: 5 Strategi Cerdas Memulai Bisnis Franchise yang Sukses

2. Pertimbangkan jumlah karyawan

Jika Anda memiliki modal yang terbatas, maka memilih bisnis franchise yang membutuhkan banyak karyawan ini, harus Anda pertimbangkan baik-baik.

Sebuah usaha yang membutuhkan banyak karyawan, berarti juga membutuhkan biaya yang lebih banyak untuk menggaji maupun memberi dukungan kinerjanya.

Selain itu, memilih bisnis dengan banyak karyawan juga rentan dengan masalah human error. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah jika Anda sudah memiliki bagian pengelolaan SDM yang baik.

Akan tetapi, jika masih pemula, pastikan Anda hanya memilih bisnis sederhana yang membutuhkan sedikit karyawan.

3. Pelajari bagaimana laporan keuangan franchise

Pemegang bisnis franchise yang baik dan profesional, biasanya selalu menyertakan laporan keuangan dan perkembangan bisnisnya secara baik dan benar.

Laporan keuangan yang baik akan menunjukkan tingkat kesehatan dari suatu bisnis.

Dari sebuah laporan keuangan dan perkembangan bisnis, Anda dapat menilai risiko dari bisnis tersebut. Hindari sebuah bisnis franchise yang tidak banyak membagikan informasi pengelolaan keuangan

Kenapa? Karena bisa jadi usaha tersebut mengalami permasalahan dalam pengelolaannya.

Baca juga: Ingin Mulai Bisnis Waralaba? Perhatikan Dua Hal Ini

4. Perhitungkan omzet dan royalti dari franchise

Besarnya franchise fee dan royalty fee tiap bisnis sangat beragam, semua bergantung dari jenis bisnis yang dijalankan.

Biasanya sebuah bisnis di bidang jasa akan memilki franchise fee yang lebih besar, yaitu sekitar 50 persen dari total nilai investasinya.

Sebab, bisnis ini biasanya tidak menuntut kepemilikan aset yang mahal, namun lebih pada keterampilan atau skill, sehingga nilai investasinya juga cenderung kecil.

Sedangkan sebuah franchise dengan nilai investasi yang besar, biasanya menuntut royalty fee yang kecil agar tidak membebani investor yang akan membeli franchise.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X