Per November 2019, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.499 Triliun

Kompas.com - 15/01/2020, 11:52 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan sampai dengan November 2019 posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia berada di posisi 401,4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 5.499 triliun (asumsi kurs Rp 13.700 per dollar AS).

Mengutip keterangan tertulis BI, angka tersebut tumbuh 8,3 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumya.

"(Pertumbuhan utang) melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya (Oktober 2019) sebesar 12,0 persen (yoy)," tulis BI dalam keterangan resminya, Rabu (15/1/2020).

Secara lebih rinci, ULN Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 201,4 miliar dollar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 200,1 miliar dollar AS.

"Perkembangan ULN tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah maupun ULN swasta," tulis BI.

Kemudian untuk posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2019 tercatat sebesar 198,6 miliar dollar AS atau tumbuh 10,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen seva secara tahunan.

Perlambatan ini didorong oleh pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan.

Adapun sektor-sektor penyumbang ULN dengan porsi terbesar di antaranya, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi 19 persen total ULN pemerintah, sektor konstruksi (16,5 persen), sektor jasa pendidikan 16,1 persen, sektor administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 15,4 persen, serta sektor jasa keuangan dan asuransi 13,4 persen.

Sementara untuk ULN swasta tumbuh 6,9 persen secara tahunan pada akhir November 2019.

Jika dilihat secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.

"Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9 persen," kata BI.

Dengan melihat adanya perlambatan pertumbuhan, BI memastikan bahwa ULN tetap dikelola secara sehat. Rasio utang terhadap PDB pun dinilai masih berada di posisi aman.

"Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB pada November 2019 sebesar 35,9 persen, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya," tulis BI.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X