Kompas.com - 15/01/2020, 12:43 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan memberikan keterangan pers kepada awak media sebelum balik ke kediamannya, Jakarta, Jumat (10/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan memberikan keterangan pers kepada awak media sebelum balik ke kediamannya, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia alias PT Asabri (Persero) menjadi sorotan di tengah kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) belum usai.

Sama seperti Jiwasraya, perusahaan asuransi itu salah mengelola dana penempatan dan adanya potensi fraud dengan kerugian lebih dari Rp 10 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan belum bisa berkomentar banyak soal Asabri.

Baca juga: Berapa Gaji Anggota TNI dan Polri yang Dipotong Asabri?

Menteri yang juga merupakan mantan prajurit TNI ini hanya berkata sekilas sambil berlalu.

"Ya, ndak benarlah itu (soal kasus Asabri)," kata Luhut seusai menghadiri acara Standard Chartered di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Sebelumnya, pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, kasus Asabri justru memiliki implikasi politik yang lebih tinggi ketimbang Jiwasraya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kasus Asabri: Implikasi Politik Sensitif hingga Butuh Bailout Pemerintah

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X