Studi: Transaksi Nontunai di Indonesia Capai Rp 128 Triliun pada 2019

Kompas.com - 15/01/2020, 13:02 WIB
Ilustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone. ThinkstockIlustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren pembayaran non-tunai atau cashless kian meningkat di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah transaki non tunai pada 2019.

Berdasarkan studi Next Cashless Society yang dilakukan oleh perusahaan riset pemasaran Ipsos Indonesia, jumlah transaksi non-tunai mencapai 4,7 juta transaksi dengan nilai Rp 128 triliun pada 2019.

Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan mengatakan, hasil studi ini menandakan evolusi pembayaran sudah terjadi dengan pesat.

"Ini artinya budaya transaksi yang awalnya dari cash menjadi cashless sudah mulai tumbuh di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Transaksi di ATM Menurun, BCA Apresiasi Gerakan Non Tunai Berhasil

"Para konsumen juga tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital, 28 persen menggunakan dua jenis cashless, 47 persen menggunakan tiga jenis cashless atau lebih dan 21 persen yang hanya menggunakan satu jenis cashless," sambung dia.

Soeprapto juga mengatakan, berdasarkan hasil survei dompet digital yang paling banyak digunakan adalah OVO dan Gopay.

Sementara Chief Marketing Officer Link Aja Edward K Suwignjo mengatakan ada tiga motif besar mengapa masyarakat Indonesia mulai memilih transaksi non-tunai yaitu pertama karena merasa yakin dan aman.

"Tanpa membawa sejumlah uang tunai yang banyak cukup dalam satu aplikasi semuanya bisa dilakukan," ujarnya.

Baca juga: BULOG Incar 70 Persen Pangsa Pasar Bantuan Pangan Non-Tunai

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X