Luhut: Dulu Orang Marahin Saya karena Ngomong Rupiah Bakal Menguat...

Kompas.com - 16/01/2020, 07:11 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (kiri) dan Menko PMK Muhadjir Effendy mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1/2020). Pada rapat kabinet terbatas tersebut presiden mengajukan tiga usulan dalam menuntaskan persoalan masalah gas untuk industri, salah satunya penghilangan jatah untuk pemerintah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj. ANTARAFOTO/WAHYU PUTRO AMenko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (kiri) dan Menko PMK Muhadjir Effendy mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/1/2020). Pada rapat kabinet terbatas tersebut presiden mengajukan tiga usulan dalam menuntaskan persoalan masalah gas untuk industri, salah satunya penghilangan jatah untuk pemerintah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyambut positif pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS yang menguat. Penguatan kurs rupiah ini menurut dia alami berdasarkan mekanisme pasar.

Luhut menyebut, dirinya pernah memprediksi bahwa rupiah bakal menguat. Namun, omongannya tersebut hanya dianggap angin lalu.

"Dulu orang marah-marahin saya, (karena) saya ngomong bahwa rupiah bakal menguat," katanya ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Luhut soal Denny JA Minta Jabatan: Saya Capek Nanggapin Itu...

Menurut dia, nilai tukar rupiah akan terus menguat seiring dengan aliran modal yang masuk melalui investasi ke Indonesia dan adanya Omnibus Law.

"Bagus itu bagus. Orang melihat sekarang, ini market enggak bisa dibohongin. Dilihat sekarang current account deficit kita membaik. Nanti selesai omnibus law itu jauh lebih baik lagi. Kalau ada sovereign wealth fund pasti lebih kuat lagi. Apalagi ada Abu Dhabi masuk," ujarnya.

Selain itu sebut dia,  penggunaan biodiesel di domestik juga berdampak ke penguatan rupiah. Apalagi tahun ini, pemerintah mendorong penerapan B40, setelah program kewajiban B30 pada akhir tahun lalu diterapkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Luhut soal Asabri: Ya, Ndak Benarlah Itu

"Indonesia membaik. Ini menunjukkan langkah-langkah pemerintah dalam lima tahun kemarin membaik. Termasuk biodiesel. Coba ini dilakukan di 2016 sudah jauh lebih membaik. Saya enggak tahu kenapa belum dilakuin, padahal saya sudah tanda tangan itu (saat 2016). Pakai sanksi lagi Rp 6.700," kata Luhut.

Namun, dia berharap penguatan rupiah tidak berlangsung dengan cepat karena bisa berdampak pada ekspor.

"Memang betul ekspor kita juga harus kita lihat. Jangan sampai terlalu cepat menguatnya. Kalau terlalu cepat menguat, ekspor kita jadi masalah," ucapnya.

Baca juga: Kata Luhut, Miliaran Dollar AS Investasi UEA Juga untuk Ibu Kota Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.