China dan AS Berunding Harga Emas Dunia Turun

Kompas.com - 16/01/2020, 08:56 WIB
Ilustrasi emas SHUTTERSTOCKIlustrasi emas

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga Emas dunia terus mengalami penurunan pada minggu ini setelah Amerika Serikat dan China telah merundingkan masalah perang dagang yang membuat investor belum membeli aset safe haven seperti emas.

Harga emas dunia telah kehilangan sekitar 1 persen pada minggu ini. Analis dari ABN Amro Bank NV dan BMO Capital Markets memperkirakan harga akan turun lebih lanjut setelah perundingan AS-China.

"Investor yang membeli emas untuk aset safe haven kemungkinan akan menjual kembali emasnya. ”kata ahli strategi ABN Amro Georgette Boele seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (16/1/2020).

Emas berjangka, yang sempat naik di atas 1.600 dolar per ons, mengalami penurunan selama seminggu ini. Pada hari kamis (16/1/2020) harga emas turun 0,4 persen menjadi menetap di 1.544,60 dollar AS per ons.

Menuru analis BMO, Collin Hamilton, harga emas bisa turun menuju 1.525 dollar AS atau bahkan lebih rendah karena sentimen risiko menurun.

"Harga emas tidak lagi overbought seperti yang terlihat," kata Carsten Fritsch, seorang analis di Commerzbank, melalui telepon Selasa.

"Kami masih dalam koreksi harga emas setelah kenaikan yang sangat kuat di awal tahun dan di akhir 2019," tambahnya

Koreksi itu didorong oleh berlanjutnya sentimen bullish di seluruh pasar keuangan di tengah mengantisipasi kesepakatan perdagangan fase-satu antara AS dan Cina.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X