CORE: Neraca Dagang Indonesia Nomalnya Surplus...

Kompas.com - 16/01/2020, 11:08 WIB
ilustrasi SHUTTERSTOCKilustrasi

Seperti harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) yang beberapa waktu ke belakang berada di level tertinggi selama dua tahun terakhir.

Meskipun saat ini harga CPO tengah dihadapi berbagai sentimen seperti boikot CPO Malaysia oleh India, namun pergerakan harga diproyeksi masih akan positif ke depan.

Selain itu, harga batu bara juga mengalami pergerakan signifikan dalam beberapa waktu kebelakang. Bahkan pada sesi perdagangan Jumat (10/1/2020) harga batu bara sempat melesat 5,64 persen ke level 75,85 dollar AS per ton.

Melihat pergerakan-pergerakan harga yang positif tersebut, neraca dagang Indonesia pada tahun ini diproyeksi akan mengalami perbaikan.

"Jadi ada harapan tahun 2020 neraca perdagangan akan lebih baik," ucap Pieter.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia mengalami defisit sebesar 3,2 miliar dollar AS sepanjang tahun 2019.

Realisasi ekspor sepanjang 2019 sebesar 167,53 miliar dollar AS. Sementara untuk realisasi impor mencapai 170,72 miliar dollar AS.

Baca juga: Desember 2019, Neraca Dagang RI Defisit 28,2 Juta Dollar AS

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X