Analis: Lebih Baik Segera Jual Saham-saham Perusahaan Benny Tjokro

Kompas.com - 16/01/2020, 11:24 WIB
Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan gedung bundar Kejaksaan Agung usai diperiksa sebagai saksi di Jakarta, Senin (6/1/2020). Benny Tjokrosaputro diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIKomisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan gedung bundar Kejaksaan Agung usai diperiksa sebagai saksi di Jakarta, Senin (6/1/2020). Benny Tjokrosaputro diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), pada Selasa (14/1/2020).

Berdasarkan data dari RTI, saat ini Benny Tjokro tercatat sebagai pemegang saham di beberapa perusahaan, antara lain MYRX sebesar 4,20 persen atau 3,68 miliar saham.

Mengutip Kontan.co.id, Kamis (16/1/2020), Benny juga tercatat di PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) sebagai pemegang 747,79 juta saham setara 9,71 persen. Benny Tjokro juga tercatat memiliki saham PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO).

Adapun saat ini harga-harga saham tersebut berada pada level Rp 50 atau saham gocap.

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menyarankan jual bagi para investor yang memiliki saham-saham tersebut di portofolio.

 

Baca juga: Benny Tjokro Tersangka, BEI Suspensi Saham PT Hanson International

Sejak awal, menurut Teguh, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki fundamental yang kurang baik. Ditambah dengan pemiliknya yang ditahan karena diduga terlibat kasus korupsi, kemungkinan bagi harga saham-saham tersebut untuk naik akan semakin berat.

Teguh juga menilai, sektor properti yang diperkirakan baik di tahun 2020 ini belum bisa menjadi sentimen positif bagi perusahaan properti milik Benny Tjokro seperti MYRX dan RIMO.

"Bukan berarti sektor saham-sahamnya baik kemudian kinerja di dua perusahaan itu otomatis bagus," kata Teguh.

Asal tahu saja, kepemilikan publik terhadap ketiga saham di atas terhitung cukup besar. Publik memegang 90,34 persen atau 78,33 miliar saham MYRX. Sementara di NUSA, publik memegang 83,73 persen atau setara 6,44 miliar saham. Publik juga memiliki 37,75 miliar saham RIMO atau setara 83,74 persen.

Sekadar informasi, penahanan Benny Tjokro bersamaan dengan penahanan Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) Heru Hidayat. Selain itu ditahan pula Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hery Prasetyo, Mantan Dirketur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Syahmirwan turut menjadi pihak yang ditahan. (Kenia Intan)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Analis: Lebih baik jual saham-saham perusahaan milik Benny Tjokro



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X