Berinvestasi di Reksa Dana Dollar AS

Kompas.com - 16/01/2020, 12:36 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - Di awal tahun 2020 ini, kurs nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah menguat di rentang Rp 13.700an. Dibandingkan dengan dengan mata uang negara asia lainnya, mata uang rupiah termasuk salah satu yang paling tinggi.

Tidak ada yang tahu sampai kapan rupiah akan terus menguat. Namun hitung-hitungan secara fundamental di tahun 2020 seharusnya nilai wajar rupiah masih di atas rentang Rp 14.000an.

Bagi yang suka mengumpulkan dollar AS, kondisi ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan mata uang tersebut di harga yang relatif murah.

Berinvestasi pada dollar AS dapat dilakukan dengan membeli mata uangnya secara fisik dan menyimpannya di bawah bantal atau tabungan perbankan. Selain itu, investasi pada USD juga dapat dilakukan melalui reksa dana berdenominasi dollar AS.

Baca juga: Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020

Dibandingkan membeli dollar AS secara fisik atau tabungan yang bunganya sangat kecil, investasi di reksa dana dollar AS dapat memberikan potensi kenaikan harga. Tentu saja, sebagai produk investasi, terdapat juga risiko seperti penurunan harga.

Reksa Dana Dollar AS

Secara umum, reksa dana dollar AS adalah reksa dana yang perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB)-nya dinyatakan dalam dollar AS. Selain berdenominasi dollar AS, reksa dana ini juga diperbolehkan menggunakan mata uang Euro namun sejauh ini belum ada manajer investasi yang menerbitkannya.

Jika melihat produk-produk yang ada saat ini, produk reksa dana dollar AS yang ditawarkan terdiri dari Reksa Dana Pasar Uang dollar AS, Reksa Dana Pendapatan Tetap dollar AS, Reksa Dana Campuran dollar AS, Reksa Dana Saham dollar AS, Reksa Dana Terproteksi dollar AS, dan Reksa Dana Syariah Efek Global.

Ada manajer investasi/agen penjual yang menjual semua jenis reksa dana di atas, ada juga yang hanya menjual jenis tertentu saja.

Meski menggunakan mata uang asing, bukan berarti reksa dana akan menginvestasikan dananya di luar negeri. Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan OJK, investasi reksa dana di instrumen luar negeri adalah maksimal 15 persen dari total dana kelolaan.

Khusus untuk Reksa Dana Syariah Efek Global, kebijakan investasi di luar negeri sesuai peraturan OJK adalah minimal 50 persen dari total dana kelolaan. Jadi hanya Reksa Dana Syariah Efek Global yang benar-benar menginvestasikan sebagian besar atau seluruh investasinya ke luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Work Smart
Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Whats New
Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Whats New
Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X