Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia.
Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022 dan Wakil Ketua II Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Periode 2021 - 2023.
Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Indonesia (LSPPMI) untuk izin WMI dan WAPERD.
Penulis buku Reksa Dana dan Obligasi yang diterbitkan Gramedia Elexmedia.
Tulisan merupakan pendapat pribadi

Berinvestasi di Reksa Dana Dollar AS

Kompas.com - 16/01/2020, 12:36 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KOMPAS.com - Di awal tahun 2020 ini, kurs nilai tukar rupiah terhadap dollar AS telah menguat di rentang Rp 13.700an. Dibandingkan dengan dengan mata uang negara asia lainnya, mata uang rupiah termasuk salah satu yang paling tinggi.

Tidak ada yang tahu sampai kapan rupiah akan terus menguat. Namun hitung-hitungan secara fundamental di tahun 2020 seharusnya nilai wajar rupiah masih di atas rentang Rp 14.000an.

Bagi yang suka mengumpulkan dollar AS, kondisi ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan mata uang tersebut di harga yang relatif murah.

Berinvestasi pada dollar AS dapat dilakukan dengan membeli mata uangnya secara fisik dan menyimpannya di bawah bantal atau tabungan perbankan. Selain itu, investasi pada USD juga dapat dilakukan melalui reksa dana berdenominasi dollar AS.

Baca juga: Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020

Dibandingkan membeli dollar AS secara fisik atau tabungan yang bunganya sangat kecil, investasi di reksa dana dollar AS dapat memberikan potensi kenaikan harga. Tentu saja, sebagai produk investasi, terdapat juga risiko seperti penurunan harga.

Reksa Dana Dollar AS

Secara umum, reksa dana dollar AS adalah reksa dana yang perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB)-nya dinyatakan dalam dollar AS. Selain berdenominasi dollar AS, reksa dana ini juga diperbolehkan menggunakan mata uang Euro namun sejauh ini belum ada manajer investasi yang menerbitkannya.

Jika melihat produk-produk yang ada saat ini, produk reksa dana dollar AS yang ditawarkan terdiri dari Reksa Dana Pasar Uang dollar AS, Reksa Dana Pendapatan Tetap dollar AS, Reksa Dana Campuran dollar AS, Reksa Dana Saham dollar AS, Reksa Dana Terproteksi dollar AS, dan Reksa Dana Syariah Efek Global.

Ada manajer investasi/agen penjual yang menjual semua jenis reksa dana di atas, ada juga yang hanya menjual jenis tertentu saja.

Meski menggunakan mata uang asing, bukan berarti reksa dana akan menginvestasikan dananya di luar negeri. Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan OJK, investasi reksa dana di instrumen luar negeri adalah maksimal 15 persen dari total dana kelolaan.

Khusus untuk Reksa Dana Syariah Efek Global, kebijakan investasi di luar negeri sesuai peraturan OJK adalah minimal 50 persen dari total dana kelolaan. Jadi hanya Reksa Dana Syariah Efek Global yang benar-benar menginvestasikan sebagian besar atau seluruh investasinya ke luar negeri.

Untuk reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham dollar AS, manajer investasi akan menggunakan dana investor untuk ditempatkan pada instrumen deposito, saham dan obligasi di dalam negeri.

Baca juga: Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham

Di Indonesia, manajer investasi masih bisa menempatkan di deposito dan obligasi USD karena memang tersedia. Namun untuk saham hanya terdapat 1 mata uang saja yaitu rupiah. Dengan mengambil contoh reksa dana campuran dollar AS, manajer investasi akan menempatkan dana kelolaan pada deposito dollar AS, Obligasi dollar AS dan Saham rupiah.

Perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit setiap hari dilakukan dalam mata uang dollar AS. Untuk itu, khusus untuk reksa dana dollar AS yang berinvestasi pada saham Rp, selain potensi naik turunnya harga berdasarkan fluktuasi harga saham, terdapat juga potensi naik turunnya harga berdasarkan kurs nilai tukar.

Sebagai contoh sederhana, Reksa Dana Saham dollar AS membeli Saham ABCD pada harga Rp 14.000. Kurs nilai tukar pada saat pembelian adalah Rp 14.000 sehingga Nilai Aktiva Bersih dalam dollar AS adalah nilai saham / Kurs = 14.000 / 14.000 = 1 dollar AS.

1 Tahun kemudian harga saham masih sama, namun Kurs rupiah mengalami penguatan ke level Rp 13.000. Maka Aktiva Bersih ketika dihitung akan menjadi Rp 14.000 (nilai saham) / Rp 13.000 (kurs) = 1.0769 atau naik sebesar 7,69 persen.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KKP Berikan Sanksi Administratif terhadap Pelanggar, Ini Sebabnya

KKP Berikan Sanksi Administratif terhadap Pelanggar, Ini Sebabnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 25 Februari 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 25 Februari 2024

Spend Smart
Bakal 'Gebuk' Mafia Tanah, AHY: Kita Bela Rakyat, Jangan Sampai Hak Mereka Diinjak

Bakal "Gebuk" Mafia Tanah, AHY: Kita Bela Rakyat, Jangan Sampai Hak Mereka Diinjak

Whats New
Kartu Prakerja 2024 Dibuka, Peserta Lolos Dapat 4,2 Juta

Kartu Prakerja 2024 Dibuka, Peserta Lolos Dapat 4,2 Juta

Whats New
Daftar Harga Pangan yang Naik Jelang Ramadan

Daftar Harga Pangan yang Naik Jelang Ramadan

Spend Smart
Kominfo Gelar Program Akselerator Startup Batch 8, Sasar Usaha Baru dengan Bisnis Berkelanjutan

Kominfo Gelar Program Akselerator Startup Batch 8, Sasar Usaha Baru dengan Bisnis Berkelanjutan

Whats New
Masih Dibuka, Simak Cara dan Syarat Daftar Kartu Prakerja Gelombang 63

Masih Dibuka, Simak Cara dan Syarat Daftar Kartu Prakerja Gelombang 63

Work Smart
Selama Sepekan Harga Emas Antam 1 Gram Melonjak Rp 11.000

Selama Sepekan Harga Emas Antam 1 Gram Melonjak Rp 11.000

Whats New
Tingkatkan Produktivitas hingga 67 Persen, Software ERP Bisa Jadi Kunci Sukses Bisnis pada 2024

Tingkatkan Produktivitas hingga 67 Persen, Software ERP Bisa Jadi Kunci Sukses Bisnis pada 2024

Whats New
Gelar Dealer Gathering di Medan, Advance Digitals Pamer Produk Terbaru

Gelar Dealer Gathering di Medan, Advance Digitals Pamer Produk Terbaru

Rilis
Cara Top Up Saldo e-Wallet Lewat BCA Mobile dan ATM BCA

Cara Top Up Saldo e-Wallet Lewat BCA Mobile dan ATM BCA

Spend Smart
Prabu Revolusi Jadi Komisaris Kilang Pertamina Internasional

Prabu Revolusi Jadi Komisaris Kilang Pertamina Internasional

Whats New
Hari Terakhir IIMS 2024, Simak Promo dan Penawaran Menarik Cicilan Kendaraan Berikut

Hari Terakhir IIMS 2024, Simak Promo dan Penawaran Menarik Cicilan Kendaraan Berikut

Spend Smart
[POPULER MONEY] Jumlah Penduduk IKN Tidak Dibatasi 2 Juta Orang | Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Pembelian Beras Berlebihan

[POPULER MONEY] Jumlah Penduduk IKN Tidak Dibatasi 2 Juta Orang | Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Pembelian Beras Berlebihan

Whats New
Jokowi Minta Perbankan Gelontorkan Duit untuk UMKM, BRI Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 12 Persen

Jokowi Minta Perbankan Gelontorkan Duit untuk UMKM, BRI Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 12 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com