Lelang Sukuk, Pemerintah Kebanjiran Tawaran hingga Rp 59,1 Triliun

Kompas.com - 16/01/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi utang ShutterstockIlustrasi utang
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kebanjiran penawaran saat melelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk pada Selasa (14/1/2020).

Penawaran sukuk yang masuk mencapai Rp 59,1 triliun, padahal target indikatif pemerintah hanya Rp 7 triliun.

Dikutip dari siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Kamis (16/1/2020), pemerintah akhirnya hanya manarik utang Rp 7 triliun.

Baca juga: Tancap Gas, Pemerintah Akan Tarik Utang Rp 7 Triliun Pekan Ini

Jumlah penawaran yang paling banyak yakni Rp 22,2 triliun ke sukuk PBS002. Diikuti oleh SPNS15072020 Rp 21,1 triliun, PBS026 Rp Rp 12,431 triliun, dan PBS005 Rp 3,3 triliun.

Pemerintah terus tancap gas menarik utang di awal 2020. Pekan lalu, pemerintah baru menarik utang Rp 63,3 triliun lewat 2 kali lelang Surat Utang Negara (SUN), baik dalam mata uang rupiah atau mata uang asing yakni dollar AS dan Euro.

Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah mencapai Rp 4.778 triliun hingga akhir 2019.

Baca juga: Ngegas, Pemerintah Langsung Tarik Utang Rp 63,3 Triliun di Awal 2020

Jika dibandingkan dengan posisi utang di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 4.418,3 triliun, maka sepanjang tahun 2019 utang pemerintah bertambah sebesar Rp359,7 triliun.

Namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, rasio utang yang sebesar 29,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tersebut masih terjaga aman.

Baca juga: Tembus Rp 4.778 Triliun, Ini Rasio Utang RI dan Negara Tetangga

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X