KILAS

Dukung Program KPAI dan LPSK, Grab Gelar Seminar untuk Siswa di Bali

Kompas.com - 16/01/2020, 16:11 WIB
Peserta seminar adalah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas. Dok Humas GrabPeserta seminar adalah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas.
|

Sedangkan kasus trafficking dan eksploitasi pada kurun 2011-2019 mencapai total 2.385 kasus. Jumlah kasus tertinggi terjadi pada kurun 2017 yang mencapai 347 kasus.

Butuh kerja sama 

Kemitraan seperti seminar yang telah dilakukan itu mendapat apresiasi dari Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah.

“Kemitraan seperti ini menjadi penting, karena masalah TPPO dan kekerasan seksual terhadap anak khususnya eksploitasi seksual komersial anak hanya bisa diatasi melalui kerja sama seperti ini,” kata dia.

Ia menjelaskan solusinya berhubungan erat antar berbagai pihak, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara, Aparat Penegak Hukum, maupun Non-Pemerintah, dan dalam hal ini, dunia usaha.

“Kami yakin kemitraan dan seminar anti-TPPO juga kekerasan seksual terhadap anak akan sangat berguna untuk anak-anak yang menjadi pesertanya. Harapan kami, best-practice yang dimulai oleh Grab bisa dicontoh oleh pelaku usaha lain agar kegiatan serupa bisa berlangsung rutin sehingga punya dampak sosial besar di masyarakat,” tambahnya

Komentar lainnya datang dari Wakil Ketua LPSK Liivia Istania DF Iskandar. Ia mengatakan bahwa masalah TPPO dan kekerasan seksual terhadap anak mesti menjadi perhatian seluruh masyarakat, khususnya para siswa.

“Karena nantinya mereka lah yang nanti akan jadi penerus dan masa depan bangsa. Namun tentu saja untuk bisa mengatasi serta mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Karenanya, kolaborasi seperti ini merupakan suatu kegiatan penting yang diharapkan terus berlangsung, baik di Denpasar maupun kota lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini LPSK lebih banyak bermitra dengan Aparat Penegak Hukum, Penyedia Layanan, dan Perguruan Tinggi.

“Ini kali pertama langsung melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya perdagangan orang,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Livia juga memuji mitra pengemudi Grab di Bekasi yang pernah membantu penyelamatan seorang anak korban TPPO yang terlihat linglung saat minta diantarkan mencari alamat pada 2019.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X