Kompas.com - 16/01/2020, 17:25 WIB
Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta dan menghasilkan devisa Rp 87 miliar serta wisatawan nusantara naik 300 persen menjadi 2 juta dengan total devisa Rp.1,78 triliun. ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAHSejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta dan menghasilkan devisa Rp 87 miliar serta wisatawan nusantara naik 300 persen menjadi 2 juta dengan total devisa Rp.1,78 triliun.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Asisten Deputi Investasi Hengki Manurung menargetkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai 17 juta pada 2020.

"Saya pribadi mungkin harus bilang mungkin 17 juta dulu. Saya bilang yang moderatnya aja dulu. Sebelumnya 16,4 juta kalau enggak salah yang kita capai," kata Hengki di Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020). 

Sementara itu, target lama menginap atau length of stay tahun 2020 ditargetkan lebih dari 10 hari per wisatawan mancanegara.

Baca juga: Ini Rencana Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas Pada 2020

"Target hampir sama seperti yang dikejar (wisatawan dari) Asean dan Asia Pasifik, tapi tetap kami lagi coba yang Benua Amerika dan Eropa," katanya.

Menurut Hengki, wisatawan Amerika dan Eropa merupakan karakter wisatawan yang memiliki keinginan untuk berlama-lama tinggal di sebuah daerah.

Kemenpar meyakini target wisatawan bisa dicapai apalagi Kemenpar juga akan mengelola ekonomi kreatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Erick Thohir: Kondisi Keuangan Asabri Masih Stabil

Adapun Kemenpar akan mengejar jumlah length of stay dari kegiatan, seperti meeting, incentives, conferencing, and exhibition (MICE).

Ini mengingat tren sebelumnya ada 25 persen sampai 30 persen wisatawan yang berkunjung dalam rangka MICE.

Maka dari itu, Hengki menilai wisatawan dalam rangka MICE harus dipadukan dengan leisure atau wisata menarik.

"Dari jumlah total wisatawan (tahunan) antara 25 persen sampai 30 persen kita kejar. Jadi kalau angka (target) 17 juta wisatawan berarti hampir 5 jutaan adalah bisnis traveler," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikasi Halal buat UKM, Ini Kata MUI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.