Mau Hemat Listrik? Startup Ini Gratiskan Biaya Pasang Panel Surya Atap

Kompas.com - 16/01/2020, 19:02 WIB
Foto dirilis Rabu (29/5/2019), menunjukkan pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan latar belakang menara Asmaulhusna di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur. Panel surya tersebut rutin dibersihkan seminggu sekali guna mengoptimalkan penangkapan sinar matahari. ANTARA FOTO/PRASETIA FAUZANIFoto dirilis Rabu (29/5/2019), menunjukkan pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan latar belakang menara Asmaulhusna di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur. Panel surya tersebut rutin dibersihkan seminggu sekali guna mengoptimalkan penangkapan sinar matahari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan energi listrik tenaga surya mungkin dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin menghemat biaya listrik.

Pasalnya, dengan menggunakan teknologi PLTS seperti panel surya, Anda akan mengurangi penggunaan listrik yang dipasok PLN.

Untuk rata-rata biaya pemasangannya sendiri, untuk 1 kilowatt peak (kWp) panel surya dipatok dengan harga Rp 14 juta.

Sementara itu, biasanya diperlukan 10 kWp panel surya bagi pelaku usaha untuk memfasilitasi listrik usahanya.

Baca juga: Aplikasi Ini Mudahkan Investasi Panel Surya

Dengan demikian, biaya yang diperlukan untuk memasang panel surya bagi bisnis anda sebesar Rp 140 juta.

Apabila biaya tersebut dinilai terlalu mahal, Anda tidak perlu khawatir karena saat ini terdapat perusahaan rintisan atau startup yang fokus kepada pemasangan panel surya atap.

PT Xurya Daya Indonesia adalah perusahaan yang siap memfasilitasi Anda memasang panel surya.

Founder Xurya Daya Indonesia Eka Himawan mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi pemasangan panel surya tanpa biaya sepeserpun.

"Customer kita itu semuanya waktu tanda tangan kontrak itu sama sekali enggak keluar biaya apa-apa," kata dia di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Sasar Pasar Domestik, Panel Surya Berbobot Ringan Hadir di Indonesia

Adapun biaya yang akan dikenakan oleh Xurya, Eka menambah, adalah selisih penghematan listrik yang diterima pelanggan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Whats New
Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Whats New
Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Whats New
1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Whats New
Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering 'Mengganggu' Bu Ani...

Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering "Mengganggu" Bu Ani...

Whats New
Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Whats New
Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Whats New
Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Whats New
Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Whats New
Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Whats New
Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X