Luhut Sedih karena Kasus Asabri, Mengapa?

Kompas.com - 17/01/2020, 13:44 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan rutin memberikan keterangan pers kepada awak media usai menggelar berbagai macam rapat koordinasi, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan rutin memberikan keterangan pers kepada awak media usai menggelar berbagai macam rapat koordinasi, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjamin kepada nasabah, keamanan uang di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( Asabri). Dugaan korupsi di tubuh perseroan tersebut, diakui, kebenarannya.

Oleh sebab itu, pemerintah bertindak cepat untuk membenahinya.

Sebagai mantan Perwira Koppasus, Luhut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus Asabri yang rata-rata uang dikelola perusahaan itu adalah milik para anggota TNI.

Baca juga: Luhut Tak Permasalahkan Dirut Asabri Bantah Dugaan Korupsi

"Kalau uang prajurit aman, enggak ada masalah. Tapi, kita sangat sedih melihat ini. Kemarin saya tanya saya Pak Tiko (Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo), memang kelihatan ada permainan di situ. Dan itu mesti dibenahi dengan cepat. Dan saya lihat, mereka sudah punya konsep tindak langsung (untuk membenahi)," kata Luhut dalam agenda rutin Coffee Morning, di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dari kasus dugaan korupsi, Luhut pun mengusulkan untuk menempatkan para tenaga ahli untuk mengelola keuangan di Asabri. Tenaga ahli ini, lanjut dia, bisa berasal dari TNI maupun non TNI.

"Memang nanti Asabri kita mesti taruh orang-orang profesional untuk pengelolanya. Tidak hanya orang ABRI atau TNI, tidak juga. Kita akan masukin orang-orang profesional juga, lagi ditimbang-timbang atau TNI profesional ada juga kan yang ngerti uang. Jadi jangan yang enggak ngerti, supaya jangan dibodoh-bodohin dengan permainan saham-saham ini. Saham itu kan digoreng-goreng," ujarnya.

Baca juga: Luhut soal Asabri: Ya, Ndak Benarlah Itu

Ada dugaan, kasus Asabri bersumber dari saham-saham yang dimiliki perusahaan asuransi itu dimainkan oleh oknum-oknum "nakal" sehingga merugikan para investor dan juga para nasabah.

Meski Direktur Utama Asabri, Sonny Widjaja membantah kabar tersebut, tetapi hasil investigasi serta teknologi sebagai penunjang penyelidikan bakal terbongkar.

"Saham itu kelihatan kok (yang digoreng-goreng). Saham itu dimainkan dengan aset-aset tidak benar. Saya pikir nggak bisa lari. Pasti akan kena semua. Presiden meminta pembenahan semua. Dengan teknologi sekarang enggak ada yang enggak bisa dilihat. Tinggal tunggu waktu saja," ujar Luhut.

Baca juga: Soal Dugaan Korupsi di Asabri, Apa Kata Erick Thohir?

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa keadaan keuangan di Asabri stabil. Namun, jika ada penyelewengan penurunan aset karena salah investasi maka akan ada prosesnya sendiri.

“Ya biar itu kan berjalan sesuai dengan aturannya. Dan tentu domain hukum bukan di kementerian BUMN, tapi kalau kami kan lebih ke korporasinya,” kata Erick ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (16/1/2020).

Ia mengatakan, saat ini operasional di Asabri berjalan baik. Ditegaskan, untuk kasus Jiwasraya, presiden ingin memastikan nasabah terjamin dan tentu untuk Asabri sendiri.

“Jadi tidak usah ada isu yang lain, isunya antara operasional berjalan baik, tapi kalau ada misalnya penyelewengan itu proses hukum seperti yang ada di Jiwasraya,” ujarnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X