Menko Luhut Berkilah Tolak Tawaran Investasi Softbank di Ibu Kota Baru

Kompas.com - 17/01/2020, 19:00 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan rutin memberikan keterangan pers kepada awak media usai menggelar berbagai macam rapat koordinasi, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (16/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan rutin memberikan keterangan pers kepada awak media usai menggelar berbagai macam rapat koordinasi, di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu Menko Kemaritiman dan Investasi dengan optimistis menyebut perusahaan asal Jepang Softbank akan menginvestasikan dana hampir 100 juta dollar AS di calon ibu kota baru di Kalimantan.

Namun ketika Presiden Softbank Masayoshi Son datang ke Indonesia, dia mengatakan belum memikirkan lebih lanjut rencana tersebut.

Terkait dengan pernyataan Softbank tersebut, hari ini, Jumat (17/1/2020), Luhut Pandjaitan berkilah bahwa dia sendiri yang menolak rencana investasi itu. Dia mengklaim bahwa ada alasan penting dari penolakan tawaran investasi itu.

Baca juga: Kata Luhut, Softbank Ingin Investasi 100 Milliar Dollar AS Ke Ibu Kota Baru

"Dia (Softbank) mau menawarkan semua uangnya di Indonesia. Tapi saya nggak mau. 'Ngapain lu taruh semua duit (di Indonesia), nanti dia mengatur-atur lagi," kata Luhut dalam acara Coffee Morning di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Hal ini diungkapkan oleh Luhut menanggapi pernyataan dari Masayoshi Son yang mengatakan bahwa Softbank belum memutuskan jumlah uang yang digelontorkan untuk berinvestasi di Ibu Kota baru Indonesia.

"Kami belum memutukan angkanya, kami baru mendiskusikan potensi-potensinya," kata Masayoshi Son usai bertemu Presiden Joko Widodo Jumat (10/1/2020) pekan lalu.

Baca juga: Softbank Bantah Luhut soal Investasi 100 Miliar Dollar AS di Ibu Kota Baru

 

 

Saat ini Pemerintah Indonesia tengah getol untuk menarik investasi dari berbagai negara seperti halnya Abu Dhabi, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, termasuk investasi dari Softbank di ibu kota baru.

Ibu kota baru akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di sana akan dibangun sejumlah rumah sakit bertaraf internasional, sekolah tinggi bertaraf internasional, serta perguruan tingginya.

"Ibu kota ini dibuat klaster-klaster, ada klaster pendidikan tinggi internasional, bisa juga nanti top university dunia. Ada rumah sakit berstandar internasional,," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Whats New
Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Whats New
Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Whats New
1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Whats New
Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering 'Mengganggu' Bu Ani...

Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering "Mengganggu" Bu Ani...

Whats New
Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Whats New
Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Whats New
Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Whats New
Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Whats New
Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Whats New
Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X