3 Sifat Jeff Bezos Ini yang Membuat Dirinya Sukses

Kompas.com - 19/01/2020, 11:18 WIB
Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos. SHUTTERSTOCK/Lev RadinPendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos.

NEW YORK, KOMPAS.com - Tahun 1994 Jeff Bezos, sebelumnya bukanlah orang yang spesial. Sama seperti orang pada umumnya dia hanya seorang pekerja di perusahaan investasi D. E Shaw di Wall Street, New York.

Namun Bezos mengatakan, ketika itu dirinya berubah pikiran dan memutuskan mendirikan  Amazon untuk mencoba mengubah hidupnya yang bekerja untuk orang lain.

Dilansir dari CNBC, Bezos pun mengungkapkan bahwa dirinya melakukan beberapa hal untuk membulatkan tekadnya terjun ke dunia bisnis. Apa saja?

Baca juga: Jeff Bezos Gelontorkan 1 Miliar Dollar AS ke India untuk Online-kan Pedagang Kecil

Berikut ini 4 hal yang buat Jeff Bezos yakin dirinya harus terjun ke dunia bisnis.

1. Bermula dari riset dan ide

Saat Jeff Bezos masih bekerja di Wall Street ia ditugaskan untuk melakukan riset mengenai bisnis yang melibatkan internet.

Saat itulah Bezos menemukan statistik yang mengejutkan dirinya dan memicu ide untuk memulai bisnisnya sendiri.

"Saya menemukan fakta bahwa web tumbuh pada 2.300 persen per tahun," kata Bezos dilansir dari CNBC, Minggu (19/1/2020).

Dengan ide tersebut Bezos sendiri awalnya tertarik untuk membuat toko buku online. Namun dia tak menyangka ide tersebut bisa membuat Amazon menjadi perusahaan e-commerce terbesar dunia.

Baca juga: Donasi 690.000 Dollar AS untuk Kebakaran Australia, Jeff Bezos Dikritik Netizen

2. Berani mengambil keputusan

Setelah riset berbulan - bulan lamanya akhirnya Bezos yakin bahwa idenya bisa dijadikan bisnis yang diimpikan.

Namun saat itu tak mudah bagi Bezos untuk memulai bisnisnya sebab ia harus memilih merelakan pekerjaannya di wall street atau mulai fokus merintis bisnisnya.

"Saat itu sangat berat, melepaskan pekerjaan yang memberikan saya penghasilan bulanan itu sangat sulit," ucapnya.

Namun ia berpikir bahwa kesempatan berbisnis tersebut hanya datang sekali. Akhirnya Bezos berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke pinggiran kota Seattle, di mana ia mulai membangun Amazon di garasinya.

Keputusannya terbayar, Amazon tumbuh dengan cepat, menjadi perusahaan publik pada tahun 1997 dengan pendapatan 16 juta dollar AS dengab 180.000 pelanggan yang menjangkau lebih dari 100 negara.

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Diketahui soal Jeff Bezos, Si Orang Terkaya di Dunia

3. Optimistis

Meski Bezos sudah melakukan riset terkait bisnisnya, namun ia mengakui memiliki perasaan pesimistis mengenai idenya.

Saat umurnya 30 tahun, dia mempertanyakan apakah ide bisnisnya menciptakan toko buku online akan lebih baik daripada pekerjaan di Wall Street.

Pada saat itu ia berpikir bisinis online di tahun 1994 sangat berisiko karena internet tidak dikenal, meskipun tingkat pertumbuhannya cepat.

Namun Bezos tetap optimistis sebab yang dipikirkannya ide tersebut harus dicoba, sebab dia berpikir jika tidak dimulai sekarang dia akan lebih menyesal ketimbang kehilangan pekerjaannya.

"Saya waktu itu percaya apapun yang bertumbuh dengan cepat maka itu akan menjadi sesuatu yang besar. Saya pun optimistis bisnis online saya juga akan ikut besar bersama internet," ujarnya.

Baca juga: Saham Amazon Pecah Rekor, Jeff Bezos Kembali Jadi Orang Terkaya Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.