Februari, Pemerintah Larang Truk ODOL Menyeberang dari Merak

Kompas.com - 19/01/2020, 14:20 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Senin (16/12/2019). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaDirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Senin (16/12/2019).

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Pemerintah akan melarang truk dengan muatan berlebih dan dimensi (( over loading and dimension/ODOL) menyeberang dari Merak ke Bakauheni maupun sebaliknya.

"Penyeberangan truk dengan potensi over dimensi dan loading bulan Februari tidak bisa dilewatkan," kata Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Bandarlampung, Minggu (19/1/2020).

Dia menyebutkan, kebijakan itu diberlakukan karena sudah banyak kerugian negara akibat dari truk yang bermuatan over tersebut terutama jalan-jalan yang rusak akibat tidak sesuainya kekuatan jalan dengan beban yang dibawa truk.

Baca juga: Pengusaha Truk Khawatir Tol Japek Layang Malah Bikin Tambah Macet

Menurut Budi, sebenarnya Menteri Perhubungan sejak 2017 hingga saat ini sedang menyelesaikan peraturan terkait truk over loading dan dimensi

"Kemungkinan peraturan tersebut selesai di 2021," kata dia.

Budi mengatakan, pihaknya telah menjabarkan blue print peraturan truk over dimensi dan muatan tersebut dan sebenarnya juga sudah banyak yang dilakukan pihaknya dengan untuk mengantisipasi dan mencegah jangan sampai jalan-jalan itu cepat rusak.

"Salah satunya Februari kita melarang truk yang potensi over untuk melakukan penyeberangan dan di Januari ini sudah diterapkan di jalan tol," kata dia.

Dirjen Perhubungan Darat itu mengatakan, berupaya menjaga aspek keselamatan di jalan tol, lantaran 30 persen kecelakaan di jalan tol disebabkan oleh truk over load.

Baca juga: Menhub: Truk ODOL Jangan Coba-coba Lewat Tol...

Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan bahwa truk dengan muatan dan dimensi berlebih telah dilarang melintasi jalan perkotaan saat jam padat, dan mereka baru diperbolehkan lewat pada jam 22.00 WIB.

Ia pun mengharapkan pihak terkait mengoptimalkan fungsi dari jembatan timbang agar dapat mencegah truk bermuatan over melintasi jalan-jalan di Lampung yang mayoritas hanya berkapasitas 40 ton.

"Akibat truk besar-besar ini sudah berapa kerugian negara, apalagi jalan-jalan lintas dan kabupaten itu rusak semua dan kebanyakan disebabkan oleh truk over," kata dia.

Baca juga: Kemenhub Potong Truk yang Kelebihan Dimensi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X