Fenomena OYO dkk, Bisnis Hotel Melati Terancam?

Kompas.com - 20/01/2020, 11:07 WIB
Properti dari RedDoorz Arsip RedDoorzProperti dari RedDoorz

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha perhotelan non bintang mengeluhkan turunnya okupansi kamar dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak makin maraknya penginapan murah berbasis aplikasi.

Ketua Perhimpunan Hotel Non Bintang (PHNB) Sutrisno Iwantono mengatakan, sudah banyak anggotanya yang mengeluhkan sepinya kunjungan setelah semakin masifnya penginapan berbasis aplikasi daring.

"Jelas menurun sekali (okupansi) sejak ada OYO, Red Doorz, atau semacamnya," ujar Iwantono kepada Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Menurut dia, perlu ada aturan tegas hunian atau bahkan kos-kosan yang bisa dijadikan penginapan agar tidak merugikan pelaku usaha perhotelan, khususnya hotel nonbintang atau kelas melati.

"Mestinya aturannya jelas, masa iya kos-kosan dijadikan penginapan kayak hotel, apartemen kemudian jadi penginapan, rumah dijadikan hotel. Kan harus ada aturannya kan," jelas Iwantono.

Sebagai informasi, baik OYO maupun Red Doorz merupakan platform yang menawarkan jasa sewa penginapan, khususnya penginapan dengan bujet terjangkau.

Baca juga: Kemenpar Panggil Pengusaha OYO dan Red Doors, Untuk Apa?

Tren kunjungan wisatawan di sejumlah kawasan wisata di Indonesia mendorong tumbuh suburnya bisnis penginapan murah berbasis aplikasi lantaran pasar Indonesia yang menggiurkan.

Sebelum kemunculan OYO dan Red Doorz, pemain aplikator penginapan lain yang sudah lebih dulu eksis salah satunya yakni Airbnb dan Airy.

OYO contohnya. Startup asal India ini berkembang cukup pesat di Indonesia. Dengan mengadopsi model manchise (management and franchise) laiknya pada bisnis waralaba, manajemen hotel dikelola sesuai dengan standar yang ditetapkan OYO.

Dipermasalahkan Kemenpar

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan, usaha penginapan murah seperti Red Doorz dan OYO tidak bisa dikategorikan sebagai usaha hotel, tetapi hanya usaha indekos.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X