KKP Pulangkan 15 Nelayan RI yang Ditangkap Aparat Malaysia

Kompas.com - 20/01/2020, 14:06 WIB
Ilustrasi kapal ikan KOMPAS.COM/HADI MAULANAIlustrasi kapal ikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil membebaskan nelayan RI yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen PSDKP, Nilanto Perbowo mengatakan, nelayan yang berhasil dipulangkan sebanyak 15 orang. Pembebasan pun ditempuh melalui upaya persuasif dan tidak melalui proses hukum.

“Benar sekali, kita berhasil memulangkan 15 nelayan Indonesia yang ditangkap oleh APMM, semuanya merupakan awak kapal perikanan KM Abadi Indah,” kata Nilanto dalam siaran pers, Senin (20/1/2020).

Baca juga: KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Asal Malaysia

Nilanto menuturkan, pembebasan dan pemulangan nelayan RI tersebut tidak lepas dari komunikasi antara pihak Ditjen PSDKP dengan APMM Malaysia.

Seperti diketahui, kedua belah pihak telah terikat MoU on Common Guidelines. MoU tersebut berisi kesepakatan aparat penegak hukum di bidang maritim antara RI-Malaysia.

Langkah penanganan terhadap nelayan kedua negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah unresolved maritim boundaries merupakan salah satu yang disepakati dalam MoU.

“Berbekal hubungan baik antar kedua lembaga serta adanya kerangka Memorandum of Understanding on Common Guidelines antara Indonesia dan Malaysia, pihak aparat Malaysia bersedia melepaskan nelayan kita tersebut,” terang Nilanto.

Baca juga: KKP Kembali Tangkap Kapal Illegal Fishing asal Vietnam dan Malaysia

Sementara saat ini, kata Nilanto, 15 nelayan tersebut telah diserahterimakan kepada Kepala Pangkalan PSDKP Batam dan sudah kembali bekerja. Adapun penjemputan dilakukan dengan Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 02.

Sebagai informasi, KM. Abadi Indah merupakan kapal perikanan RI yang ditangkap oleh APMM pada tanggal 5 Januari 2020. Kapal tersebut ditangkap atas dugaan menangkap sotong secara illegal di wilayah perairan Malaysia.

Selama 2019, Ditjen PSDKP-KKP telah memulangkan 127 nelayan Indonesia yang tertangkap di berbagai negara diantaranya Malaysia, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Australia, dan India.

Nilanto bilang, KKP bakal terus menyadarkan masyarakat untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan sehingga tak melakukan pelanggaran penangkapan ikan di perairan negara lain.

“Kita akan dorong program-program penyadartahuan kepada nelayan kita agar mereka semakin taat. Kami memberikan sanksi peringatan, ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera (flag state responsibility)," tegas Nilanto.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X