Ada Wabah Pneumonia, Industri Pariwisata China Kena Imbas

Kompas.com - 22/01/2020, 08:03 WIB
Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/STR/CHINA OUTPetugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.
|

BEIJING, KOMPAS.com - Agen perjalanan online China, Trip.com, tengah menderita banyak pembatalan booking perjalanan ke kota Wuhan, China Tengah.

Pembatalan tersebut disebabkan karena menyebarnya wabah Pneumonia yang disebabkan virus corona di kota Wuhan sehingga pemerintah daerah setempat berencana menunda perayaan Tahun Baru Imlek 2020 di sana.

Dikutip CNN, Rabu (22/1/2020), Trip.com bakal memberikan pembatalan gratis untuk semua hotel, penyewaan mobil, dan tiket tempat wisata di Wuhan hingga 31 Januari 2020 mendatang.

Baca juga: Antisipasi Wabah Pneumonia, Pengawasan di Bandara Akan Diperketat

Adapun jika sebuah hotel menolak untuk mengembalikan biaya penginapan, maka Trip.com akan membayar kembali para pelancong dengan uang perusahaan.

Mereka yang telah terinfeksi virus pun memenuhi kualifikasi untuk menerima kebijakan pembatalan gratis itu.

"Perusahaan juga berjanji akan mencoba berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan perusahaan lain mengenai permintaan pembatalan," ucap pihak Trip.com dikutip CNN, Rabu (22/1/2020).

Tak hanya Trip.com, aplikasi lain seperti Fliggy dan Qunar.com juga mengumumkan kebijakan serupa.

Baca juga: BRI Investigasi Hilangnya Dana di Rekening Nasabah

Sementara itu, Tianjin Airlines dan Hainan Airlines, yang keduanya dimiliki oleh HNA Group, bakal mengizinkan penumpang membatalkan penerbangan ke Wuhan bila penumpang itu telah dikarantina dan menunjukkan tanda-tanda sakit.

Ekonom menyebut, wabah virus itu bisa menjadi risiko utama bagi kawasan China bila terus menyebar. Padahal, pariwisata internasional China tengah booming sesaat sebelum wabah menyebar.

"Wabah itu membuat risiko virus seperti SARS dapat menyebar secara global bahkan lebih parah," kata Kepala ekonom IHS Markit untuk Asia Pasifik, Rajiv Biswas.

Wabah pun membuat beberapa saham maskapai penerbangan berkinerja sangat buruk. Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines yang notabene-nya maskapai terbesar di negara itu turun antara 5,9 persen dan 6,7 persen pada Selasa kemarin.

Baca juga: Dana Insentif Direksi BPJS Kesehatan Dinilai Perlu Ditinjau Ulang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X