Kompas.com - 22/01/2020, 11:06 WIB
Lokasi Kantor PT Bahana Prima Nusantara, pemenang tender revitalisasi Monas di Jalan Nusa Indah, nomor 33, RT 01, RW 07, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (21/1/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVILokasi Kantor PT Bahana Prima Nusantara, pemenang tender revitalisasi Monas di Jalan Nusa Indah, nomor 33, RT 01, RW 07, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (21/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Semakin mudahnya teknologi komunikasi, mendorong tren bekerja di luar kantor, atau bahkan sama sekali tak perlu memiliki kantor. Ekosistem pekerjaan seperti biasanya banyak dilakoni kalangan pekerja milenial.

Selain konsep co-working space, tren lainnya yang muncul yakni virtual office. Konsep kantor virtual ini mengakomodasi perusahaan yang memang tak terlalu membutuhkan kantor dari segi operasional atau kegiatan usaha yang dilakukannya.

Sekjen Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI) Hadi Nainggolan, mengungkapkan virtual office sendiri banyak membantu perusahaan kecil, umumnya perusahaan rintisan dan startup yang memang tak membutuh ruang kantor dalam operasionalnya.

"Kalau virtual office enggak ada penguasaan ruangan. Kalau penyedia virtual office punya luas berapa, minimal 150 meter persegi. Itu digunakan bersama-sama," kata Hadi kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

"Virtual office itu sebuah revolusi cara berkantor. Legalitas dan kedudukannya sah, diatur regulasi. Yang membedakan hanya fungsinya, karena itu yang dibutuhkan," tambahnya.

Baca juga: Kontroversi Kontraktor Revitalisasi Monas, Proyek Miliaran tapi Kantornya Virtual

Hadi yang juga owner virtual office bernama Graha Inspirasi di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur ini menjelaskan, banyak perusahaan rintisan yang tak cukup memiliki ongkos menyewa ruang kantor.

Di sisi lain, mereka butuh kantor fisik untuk membantu urusan administrasi seperti surat menyurat, domisili, hingga legalitas badan usaha.

"Misal saya sewa virtual office, saya dapat ruang untuk melakukan meeting, kantor virtual bisa terima surat, kalau ada telepon kita bisa langsung forward ke tenant bersangkutan," ungkap Hadi.

Menurutnya, tren virtual office akan tumbuh pesat di masa depan seiring banyaknya perusahaan-perusahaan rintisan. Saat ini saja, PEJAKBI mencatat jumlah virtual office di Indonesia sudah mencapai 170 ribuan unit.

Peminat virtual office juga terus mengalami peningkatan. Potensi pengguna virtual office di Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun mendatang bisa mencapai 2 juta pengguna.

Baca juga: Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 2.000, Berikut Rinciannya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Ini Sanksi untuk Perusahaan Leasing yang Tarik Paksa Kendaraan Debitur

Whats New
KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

KA Jarak Jauh Angkut 48.810 Penumpang Non-mudik Selama 9 Hari Larangan Mudik

Whats New
Mengenal KPR Syariah, Fitur, Syarat Pengajuan Serta Keuntungannya

Mengenal KPR Syariah, Fitur, Syarat Pengajuan Serta Keuntungannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X