Yenny Wahid, Mantan Wartawan yang Jadi Komisaris Garuda

Kompas.com - 22/01/2020, 15:08 WIB
Putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid, datang ke meeting point pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf dan ketum partai pendukung di Djakarta Theater, Rabu (17/4/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid, datang ke meeting point pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf dan ketum partai pendukung di Djakarta Theater, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendapuk Yenny Wahid sebagai dewan komisaris independen perusahaan.

Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid itu puluhan tahun malang melintang di pemerintahan dan partai politik. Wanita kelahiran Jombang 46 tahun lalu itu pernah berkuliah di Jurusan Psikologi Universitas Indonesia.

Namun pendidikan sarjanannya itu terhenti di tengah jalan sebelum kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti. Beberapa tahun kemudian, dia meneruskan pendidikan di Universitas Harvard Kennedy School, Boston.

Yenny Wahid sempat menjalani profesi sebagai wartawan. Dia menjadi koresponden harian Australia, The Sydney Morning Herald tahun 1997-1999 dan beberapa kali meliput di Timor Leste.

Baca juga: Harapan Erick Thohir untuk Dirut Baru Garuda Indonesia Irfan Setiaputra

Yenny Wahid kemudian masuk ke pemerintahan saat ayahnya, Gusdur, terpilih menjadi presiden. Dia mendampingi ayahnya bertugas dengan menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

Di masa pemerintah Presiden SBY, Yenny juga sempat mengemban tugas yang sama sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, sekaligus mulai aktif di partai politik dengan menjadi Sekjen PKB.

Yenny belakangan memutuskan mundur dari parpol usai berseteru dengan Ketua Umum PKB saat itu, Muhaimin Iskandar.

Direksi baru Garuda

Irfan Setiaputra resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Dia ditunjuk untuk menggantikan Ari Askhara. Selain posisi direktur utama, jajaran direksi Garuda Indonesia juga mengalami perombakan.

“Kami sangat meyakini bahwa semua insan Garuda mempunyai martabat yang tinggi dan bekerja sesuai profesinya. Kami yakin insan Garuda akan mendukung tim yang baru ini. Kudah mudahan tim baru ini bekerja dengan cepat,” ujar mantan Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahal Lumban Gaol dalam konferensi pers di Cengkareng, Tangerang, Rabu (22/1/2020).

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memecat lima direksi Garuda Indonesia.

Kelima direksi tersebut adalah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Ari Askhara, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal.

Baca juga: Jadi Dirut Baru Garuda, Siapa Irfan Setiaputra?

Lalu Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto serta Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar.

Mereka dicopot karena diduga terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dari luar negeri.


Berikut susunan dewan komisaris dan direksi baru Garuda Indonesia:

Komisaris Utama: Triawan Munaf
Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
Komisaris Independen: Yenny Wahid
Komisaris: Peter F. Gontha

Direktur Utama: Irfan Setiaputra
Wakil Direktur Utama: Dony Oskaria
Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea
Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi: Ade Susardi
Direktur Niaga dan Kargo: Rizal Pahlevi
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal
Direktur SDM: Aryaperwira Adileksana

Baca juga: Irfan Setiaputra Calon Kuat Dirut Garuda?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X