KILAS

Airlangga Bicara soal Kualitas Pengajar Indonesia di World Economic Forum

Kompas.com - 22/01/2020, 16:05 WIB
Menko Perekonomian RI Airlangga dalam sesi diskusi mengenai ?Future of Education: A New Agenda for Action? di World Economis Forum (WEF) Davos 2020, Selasa (21/1/2020).
DOk. Humas Kemenko PerekonomianMenko Perekonomian RI Airlangga dalam sesi diskusi mengenai ?Future of Education: A New Agenda for Action? di World Economis Forum (WEF) Davos 2020, Selasa (21/1/2020).

 

KOMPAS.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan 5 prioritas pemerintah Indonesia pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (21/1/2020).

Pada kesempatan itu, Airlangga memaparkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Demi mendongkrak kualitas SDM, pemerintah melakukan reformasi sistem pendidikan, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Menko Airlangga juga mengungkapkan salah satu tantangan utama dalam human capital development adalah upgrading the skills of the teachers.

Baca juga: Menko Airlangga: Omnibus Law Permudah Perekrutan Tenaga Kerja Asing

"Oleh karena itu, saat ini pemerintah tengah melakukan pelatihan untuk sekitar 2 juta tenaga pengajar per tahun," kata Airlangga dalam pernyataan tertulis, Rabu (22/1/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam konteks tersebut, Menko Airlangga mengundang 2 (dua) perusahaan yang telah memiliki program human capital development cukup baik, yakni Lego dan Infosys, untuk melakukan investasi di Indonesia, terutama dalam pendirian skills training institutions.

Sebagai langkah konkret dalam menciptakan kolaborasi antara industri dan pemerintah, pada medio 2019 pemerintah telah meluncurkan insentif super tax deduction.

Insentif tersebut, imbuh dia, diterapkan melalui pengurangan penghasilan bruto 200-300 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan industri untuk kegiatan pengembangan vokasi dan pelatihan serta research and development di Indonesia.

“Penguatan kerja sama antara pemerintah dan industri diharapkan dapat meningkatkan sistem pendidikan vokasi dan training serta mendorong research and development di Indonesia” ujar Airlangga.

Inovasi teknologi

Airlangga juga menjadi panelis dalam acara Grab Private Lunch yang mengambil tema “Technology as a Force for Good” yang dihadiri pendiri Grab, Anthony Tan.

Menko Perekonomian Airlangga menjadi panelis dalam acara Grab Private Lunch yang mengambil tema ?Technology as a Force for Good? yang dihadiri pendiri Grab, Anthony Tan.DOK. Humas Kemenko Perekonomian Menko Perekonomian Airlangga menjadi panelis dalam acara Grab Private Lunch yang mengambil tema ?Technology as a Force for Good? yang dihadiri pendiri Grab, Anthony Tan.

Pada kesempatan itu, Airlangga menekankan beberapa rencana pemerintah untuk menciptakan ibu kota negara baru yang ramah lingkungan dan tech-friendly, seperti integrasi electric vehicle (EV) dan automatic vehicle (AV) sebagai alat transportasi utama.

Ia pun menekankan, teknologi bermanfaat sebagai alat untuk leapfrogging guna mengimplementasikan Industri 4.0.

Namun demikian, ia melanjutkan, tantangan utama yang timbul adalah mengenai perlindungan informasi dan data.

"Untuk itu, pemerintah bertekad menjamin keamanan data masyarakat, salah satunya dengan menempatkan pusat pengelolaan data di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Pengertian Industri 4.0 dan Penerapannya di Indonesia

Selain menjadi pembicara dalam sejumlah diskusi panel, Airlangga mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas peluang kerja sama ekonomi.

Pertemuan bilateral yang diadakan Menko Airlangga di antaranya dengan Traveloka, Hyundai Motor, Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi, dan General Electric Global Growth Organization.

Pada kesempatan yang sama, Airlangga melakukan pertemuan dengan Prof. Klaus Schwab, Founder and Executive Chairman WEF untuk membahas dukungan yang dapat diberikan WEF kepada Indonesia dan rencana pelaksanaan WEF on ASEAN yang akan dilaksanakan di Jakarta pada Juni 2020.

Adapun pertemuan yang dibuka 21 Januari 2020 itu mengangkat tema “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World”.

Sebagai informasi, pada gelaran WEF Davos tahun ini, pemerintah Indonesia juga membuka Indonesia Pavilion guna memperkuat country branding Indonesia serta mempromosikan peluang pada sektor-sektor unggulan dan prioritas nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.