Dorong Pembiayaan Produktif, OJK Terbitkan Aturan Baru Untuk Fintech P2P Lending

Kompas.com - 22/01/2020, 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  akan merilis beberapa aturan baru untuk para pemain fintech Peer to Peer(P2P) Lending.

Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK Hendrikus Passagi menyebutkan fintech P2P lending juga harus bisa mendanai sektor produktif.

"Fintech tidak hanya beri pinjaman. Kami menekankan mereka wajib masuk ke 25 persen ke sektor produktif," ucap Hendrikus saat ditemui di DBS Tower, Jakarta, Rabu (22/01/2020)

Kewajiban menyalurkan 25 persen pembiayaan ke sektor produktif ini merupakan hal yang baru. Di tahun sebelumnya kewajiban untuk menyalurkan pembiyaan ke sektor produktif hanya berkisar 20 persen, mengalami kenaikan 5 persen.

Selain porsi penyaluran pembiayaan, OJK juga mulai memberlakukan aturan yang mewajibkan fintech P2P lending untuk menyalurkan dana pinjamannya sekitar 15 persen ke daerah-daerah lain diluar pulau Jawa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan.

Untuk membantu penyaluran fintech P2P lending, Hendrikus mengatakan OJK sudah menyiapkan beberapa strategi yaitu melakukan sosialisasi dan kampanye untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fintech.

Baca juga: OJK Kembali Imbau Fintech Berhati-hati Pilih Lokasi Kantor

Langkah lain yang diambil oleh OJK adalah berkonsolidasi dengan sejumlah regulator yang ada, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga Kementerian Keuangan.

Strategi lain yang disiapkan oleh OJK adalah dengan berkolaborasi dengan mendorong fintech bekerja sama dengan industri keuangan di daerah seperti koperasi.

Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyambut baik aturan baru yang diterbitkan oleh OJK. AFPI menilai dengan emperbanyak penyaluran di sektor produksi dapat mengurangi persaingan di sektor pinjaman tunai.

"Masuk ke sektor produktif itu bagus. Dengan banyaknya pemain di sektor cash loan, akan membuat persaingan jadi lebih sulit," kata Kepala Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede.

Tumbur mengatakan, saat ini sudah banyak fintech P2P lending yang sudah mulai mengeluarkan produk yang khusus menyasar sektor produktif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Dinilai Terlalu Tinggi, Ekonom Usulkan Tarif Ojol Naik Maksimal 10 Persen

Whats New
Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Apa Itu Koperasi: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, dan Prinsipnya

Earn Smart
7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

7 Cara Membuat CV Lamaran Kerja secara Online, Mudah dan Gratis

Work Smart
Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Bahlil Sebut Siap-Siap Jika Harga BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

Indofood Dukung Bahan Baku Lokal untuk Mi Instan

Rilis
Dukung Transformasi Digital, FiberStar dan Huawei Gelar Technofeast

Dukung Transformasi Digital, FiberStar dan Huawei Gelar Technofeast

Rilis
Perkecil Backlog Rumah di RI, Ini Saran Ekonom untuk Pemerintah

Perkecil Backlog Rumah di RI, Ini Saran Ekonom untuk Pemerintah

Whats New
Seputar Masa Percobaan Kerja: Aturan, Upah, dan Batas Waktunya

Seputar Masa Percobaan Kerja: Aturan, Upah, dan Batas Waktunya

Work Smart
Ada Perbaikan di Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Ada Perbaikan di Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Whats New
Ingin Hemat Beli Kuota Internet? Simak Promo dari GoPay Satu Ini

Ingin Hemat Beli Kuota Internet? Simak Promo dari GoPay Satu Ini

Spend Smart
Kapan PMN Untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cair? Ini Jawaban Kemenkeu

Kapan PMN Untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cair? Ini Jawaban Kemenkeu

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 990.000 per Gram

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 990.000 per Gram

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.