Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Di World Economic Forum, Grab Bahas Pedoman Baru untuk Industri Teknologi

Kompas.com - 22/01/2020, 18:56 WIB
Sri Noviyanti

Penulis

KOMPAS.com – Grab bertemu dengan para pemimpin dunia pada penyelenggaraan Web World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss, hari ini, Rabu (22/1/2020). Kesempatan itu digunakan untuk membahas peran dan harapan perusahaan teknologi dalam menggunakan technology for good—dampak positif teknologi—dalam mendorong masyarakat untuk lebih maju.

Sebelumnya, Grab juga berkontribusi pada pengembangan dua pedoman industri yang menguraikan praktik terbaik di sekitar industri yang tengah berkembang dari platform ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Acara yang diselenggarakan oleh Grab di Forum itu bertema "Unlocking Technology for Good", dihadiri oleh tokoh-tokoh berpengaruh di sektor publik dan swasta.

Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi Indonesia Luhut Pandjaitan, membuka acara tersebut dengan menyampaikan harapan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam pemanfaatan teknologi untuk kemajuan dan perbaikan ekonomi juga sosial bagi masyarakat.

“Cara terbaik bagi pemerintah dan pemimpin industri teknologi seperti Grab untuk bekerja sama adalah menggunakan teknologi untuk kebaikan, dan berkomitmen pada tujuan bersama, yaitu membangun generasi penerus, mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan memecahkan masalah jangka panjang seperti polusi udara, dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik," terangnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Group CEO dan Co-founder Grab, Anthony Tan juga memimpin diskusi panel dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Chief Operating Officer VMWare Sanjay Poonen, Chairman of Mastercard Center for Inclusive Growth and Vice-Chairman and President of Strategic Growth Michael Froman, juga Executive Vice President of Business Development Microsoft Peggy Johnson.

Beberapa masukan datang dari peserta diskusi. Airlangga Hartarto, salah satunya.

“Pertama, kami ingin membuat kebijakan yang memfasilitasi pertumbuhan inovasi dan ekonomi berbasis teknologi, termasuk bisnis platform digital seperti Grab. Teknologi akan memainkan peran kunci untuk penerapan Industry 4.0, dan membuka akses ke layanan keuangan bagi semua untuk membuat inklusi keuangan menjadi kenyataan,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa ingin pula peraturan yang dibuat ramah bagi investasi. “Juga sambil terus menegakkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, khususnya pada masalah perlindungan data," tanggapnya

Melalui platform World Economic Forum, Grab berkomitmen juga pada The Charter of Principles for Good Platform Work—Perjanjian Prinsip Pengelolaan Platform yang Baik—yang mendukung kebijakan pengelolaan platform digital yang bertanggung jawab, serta memberikan dampak positif bagi pekerja dalam lingkungan platform.

Tujuan perjanjian tersebut menyediakan panduan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintahan, perusahaan penyedia platform dan juga para pekerja dalam lingkungan platform untuk berkolaborasi pada sebuah inisiatif yang menambah kesejahteraan pekerja, berdasarkan prinsip-prinsip utama platform yang baik.
Contoh yang baik dari perusahaan penyedia platform seperti inisiatif Mendobrak Sunyi milik Grab untuk memberikan kesempatan pendapatan bagi Teman Tuli dan orang dengan gangguan pendengaran.

Grab juga punya program sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di Asia Tenggara dengan program literasi digital dan pelatihan keterampilan bagi mitra pengemudi.

Ke depan, Grab diharapkan jadi contoh yang dapat juga dilakukan oleh perusahaan lain di berbagai industri.

Sebagai informasi, Grab juga membantu menciptakan edisi kedua Model AI Government Framework, yang dikeluarkan oleh Info-communications Media Development Authority of Singapore, dan berkontribusi pada Ikhtiar Contoh Kasus, yang menyediakan studi kasus dari berbagai industri yang berguna dalam membantu lebih banyak organisasi untuk menerapkan Kerangka Model tersebut.

Sebagai perusahaan yang memiliki pendekatan "AI-everywhere", Grab menggunakan AI dalam berbagai aspek platform, untuk mengurangi masalah di Asia Tenggara, seperti membasmi transaksi palsu dan mengalokasikan kendaraan atau pesanan makanan secara efisien.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com