Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

OJK: Permasalahan Jiwasraya Mulai Terlihat sejak Audit Laporan Keuangan 2017

Kompas.com - 23/01/2020, 08:02 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui bahwa Asuransi Jiwasraya sudah bermasalah sejak lama.

Mengutip Kontan.co.id, Kamis (23/1/2020), sejak mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK pada 2017, Riswinandi mengklaim telah mengindikasi masalah tersebut.

“Indikasi ada permasalahan mulai terlihat karena dilakukan audit laporan keuangan [Jiwasraya] pada 2017. Pada kenyataannya, laporan keuangan tersebut tidak bisa diselesaikan karena ada pendalaman dari pencadangan,” kata Riswinandi di gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dari situ terjadi perubahan manajemen Jiwasraya sesuai dengan fit and proper test pemegang saham, Kementerian BUMN, lalu terpilih manajemen baru. OJK kemudian memanggil manajemen tersebut untuk menyampaikan permasalahan perusahaan.

“Direksi dan pemegang saham Jiwasraya melaporkan rencana penyehatan dan monitor pada 2018 untuk menyelesaikan kewajiban termasuk meninjau produk, seperti bunga [saving plan] yang terlalu tinggi dan berlaku hingga saat ini,” jelasnya.

Baca juga: Soal Kasus Jiwasraya, Ini Komentar Asosiasi Asuransi

Ia mengatakan, pada 2018 produk tersebut masih berjalan dan terus dilakukan peninjauan. Setahun berikutnya, perusahaan membuat rencana penyehatan berupa strategi partner, holding asuransi dan rencana bersifat organik lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga membenarkan, ada lembaga keuangan yang bermasalah dan sudah dikomunikasikan kepada pengurus maupun ke pemilik. Pihaknya berharap dengan adanya pengaturan secara bertingkat di seluruh sektor agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Dari situ, ujungnya ada dana segar yang masuk ke industri keuangan,” ungkapnya.

Khusus kasus Jiwasraya, regulator telah menerima rencana penyehatan dari pemilik serta pengurus. Salah satunya menyetujui pendirian anak usaha Jiwasraya, yakni Jiwasraya Putra yang akan di-handle oleh empat perusahaan pelat merah, seperti Bank BTN, Pegadaian, Telkomsel dan KAI.

“Anak perusahaan ini nanti akan diambil alih investor dalam hal ini prosesnya diharapkan menghasilkan sejumlah uang di atas Rp 3 triliun – Rp 4 triliun bergantung dari negosiasi. Proses ini kami harapkan bisa ada respon,” lanjutnya.

Untuk pembentukan holding asuransi masih menunggu informasi detil dari Jiwasraya. Menurutnya, rencana pembentukan holding sudah ada namun mekanisme detil bisa ditanyakan ke Kementerian BUMN.

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: OJK: Indikasi permasalahan Jiwasraya mulai terlihat sejak audit laporan keuangan 2017

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kembali Tertekan, Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS

Kembali Tertekan, Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
Gencar Ekspansi, BUAH Bangun Cold Storage di Samarinda dan Pekanbaru

Gencar Ekspansi, BUAH Bangun Cold Storage di Samarinda dan Pekanbaru

Whats New
Harga Jagung Anjlok: Rombak Kelembagaan Rantai Pasok Pertanian

Harga Jagung Anjlok: Rombak Kelembagaan Rantai Pasok Pertanian

Whats New
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Peringkat 28 Bandara Terbaik di Dunia

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Peringkat 28 Bandara Terbaik di Dunia

Whats New
IHSG Ambles 1,07 Persen, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.266 Per Dollar AS

IHSG Ambles 1,07 Persen, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.266 Per Dollar AS

Whats New
Buka Asia Business Council's 2024, Airlangga Tegaskan Komitmen Indonesia Percepat Pembangunan Ekonomi

Buka Asia Business Council's 2024, Airlangga Tegaskan Komitmen Indonesia Percepat Pembangunan Ekonomi

Whats New
Voucher Digital Pizza Hut Kini Tersedia di Ultra Voucher

Voucher Digital Pizza Hut Kini Tersedia di Ultra Voucher

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 19 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Jumat 19 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Detail Harga Emas Antam Jumat 19 April 2024, Naik Rp 10.000

Detail Harga Emas Antam Jumat 19 April 2024, Naik Rp 10.000

Earn Smart
Chandra Asri Group Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Perum Jasa Tirta II untuk Kebutuhan EBT di Pabrik

Chandra Asri Group Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Perum Jasa Tirta II untuk Kebutuhan EBT di Pabrik

Whats New
IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Perkenalkan Produk Lokal, BNI Gelar Pameran UMKM di Singapura

Perkenalkan Produk Lokal, BNI Gelar Pameran UMKM di Singapura

Whats New
Harga Emas Dunia Terus Menguat di Tengah Ketegangan Konflik Iran dan Israel

Harga Emas Dunia Terus Menguat di Tengah Ketegangan Konflik Iran dan Israel

Whats New
Menko Airlangga Ingin Pedagang Ritel Berdaya, Tak Kalah Saling dengan Toko Modern

Menko Airlangga Ingin Pedagang Ritel Berdaya, Tak Kalah Saling dengan Toko Modern

Whats New
Allianz dan HSBC Rilis Asuransi untuk Perencanaan Warisan Nasabah Premium

Allianz dan HSBC Rilis Asuransi untuk Perencanaan Warisan Nasabah Premium

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com