KILAS

Ini Kategori Penerima Alsintan dari Kementan

Kompas.com - 23/01/2020, 08:14 WIB
Seorang petani tengah bekerja di perkebunan di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dok DANI RAMDANISeorang petani tengah bekerja di perkebunan di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Dengan begitu, lanjutnya, pemberian ini dapat meningkatkan hasil produksi demi kesejahteraan masyarakat Taput.

Pemberian Alsintan ini dilakukan melalui Bupati Taput Nikson Nababan kepada Poktan.

Penyerahan akte notaris Poktan

Selain Alsintan, Nikson juga menyerahkan Akte Notaris Kelompok Tani di seluruh kecamatan di kabupaten Taput.

Bantuan diserahkan di UPT Alat Mesin Pertanian Perumnas Silangkitang, Kecamatan, Sipoholon.

Baca juga: Kementan Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi

"Bekerjalah dengan baik karena tidak akan ada yang bisa merubah kita kalau bukan dari diri kita sendiri. Tetap bekerja, berusaha dan bahu membahu untuk meningkatkan taraf hidup,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan pemberian Akte Notaris Kelompok Tani ini sebagai bagian dari aturan untuk mendapatkan bantuan bagi kelompok tani.

Nikson juga mengimbau agar budaya gotong royong atau saling menopang harus tetap dihidupkan meski alat mesin pertanian ini membantu masyarakat meringankan beban dalam bertani.

"Saya berharap setiap wilayah punya andalan hasil pertanian, sehingga hasilnya lebih maksimal. Utamakan anggota kelompok tani yang paling membutuhkan menggunakan alat mesin pertanian ini, jangan disewakan,” pesannya.

Dia meminta pula ketua kelompok masing-masing Poktan untuk harus berorientasi pada kepentingan kelompok, bukan keuntungan perseorangan.

Baca juga: Selain Sagu, Kementan Coba Kembangkan Padi di Kawasan Indonesia Timur

Bantuan APBN dinilai signifikan

Selain bantuan Alsintan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Nikson juga menggelontorkan bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bantuan tersebut berupa pompa air tiga unit, pengupas kulit buah kopi sepuluh unit, dan power sprayer 25 unit.

Dia mengatakan, pada APBN-P tahun 2020, Taput telah mendapatkan anggaran kontingensi kegiatan Percepatan Optimasi Lahan (POL) yang saat ini sedang berjalan, di mana Poktan Provinsi dan Pusat sebagai pendamping.

“Kita patut bersyukur, karena alokasi anggaran dari pemerintah mengalami peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Baca juga: Lindungi Lahan Pertanian, Pemkab Lumajang Komitmen Dukung LP2B

Alokasi anggaran tersebut, kata dia, untuk mendukung upaya khusus pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai dari kegiatan masyarakat Taput yang gigih.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X