Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/01/2020, 12:12 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Bonus kinerja dalam jumlah besar serta berbagai manfaat unik yang diberi kantor memang bisa meningkatkan nilai moral kantor terhadap pekerjanya.

Namun demikian, pekerjaan yang menawarkan work-life balance, menurut LinkedIn adalah yang paling berpengaruh dalam kepuasan bekerja karyawan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/1/2020) dalam sebuah studi yang dirilis Rabu (22/1/2020) laman jejaring profesional tersebut menyatakan 69 persen profesional HR sepakat bahwa work-life balance atau keseimbangan kerja dengan aktivitas sehari-hari adalah faktor utama yang memengaruhi pengalaman bekerja saat ini.

Berdasarkan laporan Global Talent Trend dari LinkedIn, kemampuan sebuah perusahaan untuk bisa memberikan keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi menempati posisi pertama yang mendorong motivasi seseorang untuk bekerja.

Baca juga: Tidak Bahagia dengan Pekerjaan Anda, Mungkin Ini 5 Penyebabnya

Posisi berikutnya ditempati faktor bonus dan manfaat yang kompetitif (67 persen), kolega dan budaya perusahaan (47 persen) baru kemudian pengelolaan manajemen yang terbuka dan efektif (36 persen).

Namun demikian, sebanyak 37 persen dari profesional HR pun mengakui perusahaan mereka masih jauh tertinggal dalam menciptakan suasana kerja yang mampu menawarkan work life balance untuk karyawannya.

Sebagai informasi, laporan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan platform penghubung antara pekerja dan pencari kerja, Glint yang melakukan survei dengan melibatkan 7000 HR profesional di 35 negara sepanjang Agustus hingga September 2019 lalu.

Selain itu di dalam laporan tersebut juga ditunjukkan, saat ini perusahaan cenderung memberikan peluang yang lebih besar kepada karyawan untuk berkontribusi dalam membentuk budaya perusahaan mereka.

"Di masa lalu, perusahaan membuat aturan dan karyawan mengikuti mereka. Namun sekarang kekuasaan telah bergeser ke karyawan," ujar Vice President of Talent Solutions LinkedIn Mark Lobosco.

"Kami melihat bahwa perusahaan mulai menempatkan diri mereka pada posisi karyawan dan bekerja untuk mereka, bukan hanya sebaliknya,"

Pergeseran itu sebagian disebabkan oleh faktor sosial, seperti gerakan #MeToo, yang telah membantu mendorong perdebatan tentang budaya tempat kerja.

Tetapi faktor ekonomi, tentu saja, memiliki peran juga. Menurut laporan LinkedIn, banyak pengusaha menunjukkan kecenderungan meningkat untuk merekrut secara internal - naik 10 persen pada level 2015 - karena mereka berusaha untuk mempertahankan kualitas bakat di tengah pasar tenaga kerja yang ketat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Belum Dimulai, PMO: Baru Sekadar Daftar Akun

Program Kartu Prakerja Gelombang 48 Belum Dimulai, PMO: Baru Sekadar Daftar Akun

Whats New
Januari 2023, Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh 1,7 Persen secara Tahunan

Januari 2023, Penjualan Eceran Diprediksi Tumbuh 1,7 Persen secara Tahunan

Whats New
Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Dukung Promosi UMKM, GoSend Sediakan Wadah Komunitas Best Seller GoSend

Whats New
Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Pesawat Susi Air Dibakar di Nduga, INACA Minta Keamanan Penerbangan Ditingkatkan

Whats New
Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Kartu Prakerja Diperkenalkan Lagi di Forum PBB, Disebut Berdampak Positif untuk Kesejahteraan

Whats New
Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden Tanam 1 Juta Batang Kelapa Sesuai Target

Smartpreneur
Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Indonesia dan Malaysia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

Whats New
IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

IHSG Februari Diprediksi Bisa Sentuh Level 7.000

Whats New
Penting, UMKM Harus Mulai Mendaftarkan Merek Dagang

Penting, UMKM Harus Mulai Mendaftarkan Merek Dagang

Whats New
Ini 4 Ketrampilan dan Cara Menghadapi Seorang Introvert di Tempat Kerja

Ini 4 Ketrampilan dan Cara Menghadapi Seorang Introvert di Tempat Kerja

Work Smart
Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Liburan ke Singapura Tak Perlu Tes Covid-19, Aturan Penggunaan Masker Makin Longgar

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Berguguran

Whats New
Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Pengetatan Moneter The Fed Belum Berakhir, Waspadai Pergerakan Kripto

Whats New
Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Ingin Hemat 5,5 Miliar Dollar AS, Disney Umumkan PHK 7.000 Karyawannya

Whats New
Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Pembangunan 2 Terminal di Sumut Telan Biaya Rp 43 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+