Tahun Ini, Pemerintah Biayai 728 Proyek dengan Surat Utang Syariah

Kompas.com - 23/01/2020, 12:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman menyatakan, pemerintah bakal menerbitkan surat utang syariah untuk pembiayaan proyek atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) proyek.

Adapun total nilainya mencapai Rp 27,35 triliun.

Luky menjelaskan, SBSN tersebut bakal digunakan untuk pembiayaan 728 proyek yang meliputi 17 unit eselon I di 8 Kementerian atau Lembaga (K/L).

"Di 2020 ini di awal tahun kita akan kick off senilai Rp 27,35 triliun. Kalau tahun lalu kita bicara 7 K/L, saat ini 2020 8 K/L," ujar Luky ketika memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Lelang Sukuk, Pemerintah Kebanjiran Tawaran hingga Rp 59,1 Triliun

Lebih lanjut Luky menjelaskan, pada 2019 lalu, Kemenkeu menerbitkan SBSN proyek dengan nilai Rp 28,34 triliun meliputi 7 K/L untuk 619 proyek yang tersebar di 34 provinsi.

Adapun untuk tahun ini, 8 K/L yang bakal memanfaatkan skema pembiyaaan infrastruktur dengan SBSN proyek di antaranya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Selain itu, SBSN juga bakal digunakan untk membiayai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

"Yang baru di 2020 adalah Lapan, dan sebagian besar masuk digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Kemudian kalau Kementerian Agama bicara tentang infrastruktur sosial, bicara tentang madrasah, perguruan tinggi islam, dan asrama haji, itu contoh-contohnya," jelas Luky.

Baca juga: Serapan SBSN untuk Infrastruktur Capai Rp 20,15 Triliun

Secara lebih rinci Luky menjelaskan, untuk proyek Lapan yang akan menggunakan skema pembiayaan SBSN proyek merupakan pembangunan 1 laboratorium, untuk Kementerian PUPR bakal digunakan untuk 171 proyek infrastruktur jalan dan jembatan serta 66 proyek infrasttruktur suber daya air.

Adapun untuk Kementerian Perhubungan SBSN proyek bakal digunkaan dalam pembangunan 19 propyek infrastruktur perkeretaapian, 3 terminal, 4 pelabuhan, dan 4 bandara.

Sementara untuk Kementerian Agama, SBSN proyek bakal digunakan untuk membiayai 40 proyek asrama haji dan pusat layanan haji terpadu, 228 proyek balai nikah dan manasik haji (KUA), serta 8 proyek gedung dan fasilitas PTKI dan 136 nasabah.

Baca juga: Tambal APBN, Pemerintah Lelang Sukuk Rp 7 Triliun Pekan Depan

Adapun pembiayaan SBSN proyek LIPI bakal digunakan untuk 4 proyek sarana pengembangan Iptek dan laboratorium riset serta KLHK bakal digunakan untuk 6 proyek taman nasional, 2 laboratorium dan 1 SMK Kehutanan, dan BSN untuk 1 proyek laboratorium.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wall Street Menghijau, Saham–saham Perbankan Meroket

Wall Street Menghijau, Saham–saham Perbankan Meroket

Whats New
Bertemu Presiden WEF, Pemerintah RI Bahas Pencabutan Larangan Ekspor CPO hingga IKN

Bertemu Presiden WEF, Pemerintah RI Bahas Pencabutan Larangan Ekspor CPO hingga IKN

Whats New
Kemenkeu: Penambahan Dana Subsidi dan Kompensasi Energi Dituangkan dalam Keppres

Kemenkeu: Penambahan Dana Subsidi dan Kompensasi Energi Dituangkan dalam Keppres

Whats New
[POPULER MONEY] Kenapa Indonesia Impor BBM dari Singapura | Empat Bulan Berturut-turut APBN Surplus

[POPULER MONEY] Kenapa Indonesia Impor BBM dari Singapura | Empat Bulan Berturut-turut APBN Surplus

Whats New
Menko Airlangga Sebut Perang Rusia-Ukraina Bisa Picu Harga Mi Instan Naik

Menko Airlangga Sebut Perang Rusia-Ukraina Bisa Picu Harga Mi Instan Naik

Whats New
Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.