Jadilah Konsumen Cerdas, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Belanja

Kompas.com - 23/01/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi Thinkstock/DanilinIlustrasi

2. Jangan panik

Pernahkah Anda merasa bahwa supermarket atau toko ritel mendorong Anda untuk bergegas membeli sebelum promonya berakhir? Atau Anda merasa harus membeli barang dalam jumlah besar karena stoknya tampak menipis?

Peritel melakukan ini karena menciptakan kesan bahwa Anda sebagai konsumen harus membeli. Ini disebut dengan scarcity effect, artinya kita menginginkan sesuatu lebih karena berpikir barang itu akan habis.

Tahan keinginan untuk panik dalam berbelanja dan pahami bahwa tingkat stok barang akan naik dan turun, namun saldo rekening Anda tak perlu ikut naik dan turun juga.

Baca juga: UMP Naik Tahun Depan, Waspadai Belanja Berlebihan!

3. Ukuran memengaruhi

Sadar atau tidak, jumlah barang yang kita beli sangat bergantung pada ukuran troli belanja. Faktanya, menurut konsultan pemasaran dan penulis buku Brandwashed: Tricks Companies Use to Manipulate Our Minds and Persuade Us to Buy Martin Lindtsron, ketika peritel melipatgandakan ukuran troli belanja yang mereka sediakan, maka konsumen akan belanja 37 persen lebih banyak.

Agar tak belanja impulsif, pilihlah keranjang atau keranjang dorong di supermarket ketimbang troli untuk menaruh barang-barang yang hendak Anda beli.

4. Jangan lupa menghitung

Membeli satu jenis barang dalam jumlah tertentu bisa menjadi keputusan yang salah, apalagi jika peritel menaikkan harga satu barang ketika penawaran promo atau diskon dimulai. Artinya, konsumen akhirnya terpaksa belanja lebih banyak per item barang sebelum harga satu barang dinaikkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, pesan moralnya adalah penting untuk menghitung jumlah atau anggaran pengeluaran belanja Anda sebelum memutuskan untuk membeli barang.

Pastikan Anda tidak membayar melebihi harga yang seharusnya. Cek pula harga per unit atau item barang.

Baca juga: Ini Cara Mudah Agar Bisa Kaya dari Uang Belanja

5. Efek kompromi

Riset yang dilakukan para ahli di University of Chester menemukan bahwa konsumen cenderung memilih opsi di tengah dari pilihan yang ada, ketimbang opsi yang lebih murah atau mahal.

Misalnya, jika Anda ingin membeli televisi layar datar, hanya sedikit di antara kita yang memilih produk yang paling mahal atau paling murah. Kita cenderung membeli barang dengan harga di tengah-tengah.

Peritel pun mengetahui kecenderungan ini. Oleh karenanya, peritel menata produk sedemikian rupa, di mana produk yang dipandang konsumen paling menguntungkan ditempatkan di depan atau posisi yang mudah terlihat oleh konsumen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
Kemenaker Sebut Sistem Pengupahan yang Baik Bisa Dongkrak Produktivitas Dunia Usaha

Kemenaker Sebut Sistem Pengupahan yang Baik Bisa Dongkrak Produktivitas Dunia Usaha

Rilis
Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Work Smart
Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Rilis
 ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

Whats New
Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Whats New
Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Rilis
Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Whats New
Penerima Bantuan Subsidi Upah Ditambah, Begini Cara Cek Status Calon Penerima

Penerima Bantuan Subsidi Upah Ditambah, Begini Cara Cek Status Calon Penerima

Rilis
Minyak Goreng Turun, Berikut Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Minyak Goreng Turun, Berikut Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Meski Terhalang Banjir, Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Meski Terhalang Banjir, Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan

Rilis
Fed Lakukan Tapering, Bagaimana Daya Tarik Obligasi Dalam Negeri?

Fed Lakukan Tapering, Bagaimana Daya Tarik Obligasi Dalam Negeri?

Rilis
Beda Cara Transaksi Pakai Kartu E-toll dan Pembayaran Tol Nirsentuh

Beda Cara Transaksi Pakai Kartu E-toll dan Pembayaran Tol Nirsentuh

Whats New
Men’s Republic Rebranding Jadi Republic, Apa Saja yang Baru?

Men’s Republic Rebranding Jadi Republic, Apa Saja yang Baru?

Whats New
Mulai 20 Desember, ASN Dilarang Cuti dan Bepergian ke Luar Kota, kecuali...

Mulai 20 Desember, ASN Dilarang Cuti dan Bepergian ke Luar Kota, kecuali...

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.