2019, BRI Raup Laba Rp 34,41 Triliun

Kompas.com - 23/01/2020, 18:05 WIB
Jajaran direksi BRI memaparkan kinerja keuangan perusahaan kuartal IV 2019 di Gedung BRI I, Jakarta, Kamis (23/1/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAJajaran direksi BRI memaparkan kinerja keuangan perusahaan kuartal IV 2019 di Gedung BRI I, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba sebesar Rp 34,41 triliun hingga kuartal IV 2019. Laba itu tumbuh 6,15 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 32,4 triliun pada 2018.

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan, perolehan laba ditopang oleh beberapa segmen, salah satunya penyaluran kredit. Tercatat hingga Desember 2019, penyaluran kredit mencapai Rp 908,88 triliun.

"Artinya tumbuh 8,4 persen. Pertumbuhan kredit di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan, karena industri perbankan tumbuh 6,08 persen menurut Otoritas Jasa Keuangan," kata Sunarso di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: BRI Investigasi Hilangnya Dana di Rekening Nasabah

Sunarso menyebut, faktor pendukung utama pertumbuhan kredit berasal dari penyaluran kredit mikro yang tumbuh 12,19 persen dengan porsi kredit naik menjadi 35,5 persen dibanding 2018 sebesar 34,1 persen.

"Hal ini sejalan dengan aspirasi, kami ingin komposisi kredit mikro bisa 40 persen dari total portofolio pinjaman di tahun 2022. Strateginya kami untuk mendorong penetrasi itu dengan menjangkau nasabah yang lebih kecil lagi," ujar Sunarso.

Selain itu, pertumbuhan kredit juga ditopang oleh kredit ritel dan menengah sebesar Rp 269,64 triliun atau tumbuh 12,08 persen dengan pertumbuhan bunga kredit sebesar 8,8 persen sejalan dengan pertumbuhan kredit perseroan.

Untuk itu, BRI mampu menjaga kredit macet (Non Performing Loan/NPL) sebesar 2,7 persen dengan NPL Coverage sebesar 153,64 persen, pencadangan naik 11,2 persen.

Baca juga: Lunas dengan BNI, Jiwasraya Masih Punya Utang ke BRI

Adapun kata Sunarso, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI hingga akhir 2019 menembus angka lebih dari Rp 1.000 triliun atau naik sebesar 8,23 persen dari total nilai DPK sebesar Rp 589,96 triliun.

"Di dalamnya terdapat CASA (dana murah) masih mendominasi portofolio mencapai 57,73 persen dari total DPK," sebut dia.

Tak kalah penting, fee base income menjadi pembentuk laba BRI naik dari tahun lalu. Selama 2019, perolehan fee base income atau pendapatan non bunga mencapai Rp 14,29 triliun atau tumbuh 20,1 persen yoy.

"Dengan pertumbuhan ini, fee income to total income ratio BRI pertama kalinya double digit yaitu 10 persen. Perseroan akan terus menciptakan sumber-sumber pendapatan untuk menjaga profitabilitas melalui inovasi dan digitalisasi," kata Sunarso.

Baca juga: Profil Bambang Hartono, Pemilik BCA yang Jadi Nasabah BRI

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X