Di Swiss, Luhut Perkenalkan Inisiatif Nomor Merah Putih, Apa Itu?

Kompas.com - 24/01/2020, 05:29 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara di World Economics Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss, Kamis (23/1/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara di World Economics Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss, Kamis (23/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memperkenalkan program Inisiatif Nomor Merah Putih yang diinisiasi Profesor Saputro kepada para peserta World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. 

Inisiatif Nomor Merah Putih adalah program atau cara untuk mendukung petani kelapa sawit mandiri skala kecil yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.

“Ini saya pikir sangat penting bagi kami. Kami memiliki 14 juta hektare lahan sawit, 41 persen dimiliki oleh petani sawit skala kecil, ini juga bagian dari SDGs. Sebagian besar kelapa sawit ini berada di daerah pedesaan, di Kalimantan, Sulawesi dan beberapa lainnya di Papua. Pemerintah akan selalu melindungi para petani sawit terutama yang skala kecil,” ujar Luhut dalam keterangannya di Davos, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Luncurkan B30, Jokowi Cuek Sawit Indonesia Ditolak Uni Eropa

Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar dan salah satu komoditas yang sangat populer. Selain itu, dari industri kelapa sawit, Indonesia bisa mengurangi tingkat kemiskinan.

"Dari 41 persen yang dimiliki oleh petani kecil, saya kira itu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, dan itu karena kelapa sawit. Ketika minyak sawit turun dua tahun lalu, itu juga membawa masalah pada petani kelapa sawit skala kecil,” ujar Luhut.

Oleh karena itu, melalui Inisiatif Nomor Merah Putih ini pula, akan terus diterapkan diplomasi perdagangan yang agresif, tetapi tetap mengedepankan prinsip berkesinambungan dalam sektor kelapa sawit.

Menurut Luhut, perkebunan kelapa sawit harus tetap memperhatikan aspek lingkungan agar menghasilkan petumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga: Sawit Malaysia Diboikot India, Indonesia Ketiban Untung

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X