Menko Perekonomian Paparkan Transformasi Ekonomi Indonesia di WEF

Kompas.com - 24/01/2020, 07:01 WIB
Menko Perekonomian RI Airlangga dalam sesi diskusi mengenai ?Future of Education: A New Agenda for Action? di World Economis Forum (WEF) Davos 2020, Selasa (21/1/2020).
DOk. Humas Kemenko PerekonomianMenko Perekonomian RI Airlangga dalam sesi diskusi mengenai ?Future of Education: A New Agenda for Action? di World Economis Forum (WEF) Davos 2020, Selasa (21/1/2020).

KOMPAS.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan strategi pemerintah untuk menggenjot produktivitas nasional dan nilai ekspor Indonesia dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (22/1/2020).

Airlangga mengatakan perekonomian Indonesia menunjukkan performa positif di tengah kondisi perekonomian global yang diprediksikan mengalami perlambatan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diprediksi dapat mencapai 5,3 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali.

”Dengan modalitas yang dimiliki serta pelaksanaan economic transformation, kami percaya diri bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif di tengah kondisi perekonomian global yang menghadapi ketidakpastian,” ujar Airlangga dalam pernyataan tertulis, Jumat (24/1/2020).

Saat ini, pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang melakukan berbagai kebijakan afirmatif sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional.

Ia mengatakan, berbagai langkah kebijakan seperti simplifikasi peraturan nasional melalui Omnibus Law (khususnya RUU Cipta Lapangan Kerja dan RUU Perpajakan), serta berbagai kebijakan yang fokus pada peningkatan investasi pada sektor industri yang memberikan nilai tambah tinggi, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6 persen dalam kurun waktu 2020-2024.

Selain itu, Menko Perekonomian bersama Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Perindustrian, Menteri Komunikasi dan Informasi, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghadiri forum ”Multilateral Meeting on WEF ASEAN Summit 2020” di Davos Congress Centre.

Peserta forum yakni sejumlah pengusaha nasional dan pejabat WEF membahas rencana pelaksanaan pertemuan WEF on ASEAN pada Juli 2020.

Pada gelaran itu, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah.

"WEF on ASEAN Summit diharapkan dapat menjadi sarana tukar gagasan terkait beberapa topik yang penting bagi perkembangan kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik seperti pembangunan infrastruktur, konektivitas, pengembangan industri, dan pelestarian lingkungan," kata dia.

Keuangan inklusif

Saat bertemu dengan Presiden VISA dan Ratu Maxima dari Belanda, sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif, Menko Airlangga menyampaikan perkembangan keuangan inklusif di Indonesia.

Airlangga menyambut positif rencana keberlanjutan kerja sama antara pemerintah dan pihak Ratu Maxima dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, khususnya melalui berbagai skema yang dapat menyertakan kelompok masyarakat lapisan bawah.

Menko Perrkonomian juga menggelar pertemuan bilateral untuk membahas peluang kerja sama ekonomi dengan ATKearney Global, Prudential, Menteri UKM dan Startup Korea Selatan, serta ArcelorMittal.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X