Kartu ATM Sudah Chip tapi Masih Kena Skimming, Kok Bisa?

Kompas.com - 24/01/2020, 15:50 WIB
Ilustrasi kartu ATM Shutterstock.comIlustrasi kartu ATM

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pembobolan rekening nasabah bank yang diduga melalui pencurian informasi dari kartu kredit dan debit atau skimming, kembali mencuat. Padahal bank-bank sudah membuat kartu ATM microchip yang diklaim aman.

Lantas kenapa skimming masih bisa terjadi kepada kartu ATM chip?

Pakar teknologi Ruby Zukri Alamsyah mengatakan, kartu ATM saat ini masih memiliki kelemahan. Kartu ATM masih menggunakan dua layer, magnetik stripe di belakang kartu dan chip di bagian depannya.

Baca juga: BRI Investigasi Hilangnya Dana di Rekening Nasabah

"Kartu-kartu ATM yang sudah menggunakan magnetic chip itu coba perhatikan saja masih sangat jarang yang chip only. Masih double layer, ada chip, ada magnetik stripe," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Ruby menuturkan, skimming bisa terjadi terhadap kartu ATM yang masih menggunakan magnetik stripe meskipun kartu tersebut sudah menggunakan chip sekalipun.

"Kalau pertanyaan sudah pakai magnetik chip tapi masih bisa bobol ya, ya magnetik stripe-nya masih juga nempel. Itu percuma saja. Jadi yang dibobol bukan magnetik chip-nya, tapi magnetik stripe-nya karena dua-duanya ada," ucapnya.

Baca juga: BRI Imbau Pemilik Kartu Kredit Gunakan PIN

Ia menduga masih adanya kartu ATM chip yang menggunakan magnetik stripe lantaran masih banyak merchant-merchant yang belum memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC) yang bisa membaca chip.

Mesin EDC merupakan mesin untuk transaksi debit yang biasanya ada di toko-toko perbelanjaan.

"Jadi ada merchant-merchant yang EDC-nya belum support chip berarti dia enggak bisa menggunakan kartu itu," kata dia.

Baca juga: BRI Imbau Pemilik Kartu Kredit Gunakan PIN

Namun Ruby memastikan sudah ada bank yang menerbitkan kartu debit chip tanpa menggunakan magnetik stripe.

 

Sebelumnya, banyak nasabah BNI di Kendari. Sulawesi Tenggara, melaporkan telah menjadi korban skimming.

Hingga Selasa (21/1/2020), ada 115 nasabah yang melapor telah menjadi korban skimming.

Baca juga: Bank Mandiri Akan Terbitkan Global Bond Rp 17,5 Triliun pada 2020

Kepala BNI Sultra, Muzakkir mengatakan, data ke 115 nasabah tersebut merupakan data yang diterima semenjak dibukanya layanan pengaduan khusus sejak Sabtu (18/1/2020).

Kejadian serupa juga terjadi pada nasabah BRI. Corporate Secretary BRI, Hari Purnomo mengatakan, pihaknya masih menginvestigasi laporan hilangnya dana nasabah di rekening pemilik akun Twitter @abunga0506.

BRI belum bisa memastikan apakah ada indikasi skimming atau tidak dari hilangnya dana nasabah tersebut.

"Bank BRI saat ini sedang melakukan investigasi terhadap kejadian penarikan uang di lokasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Matoangin, Makassar," kata Hari.

Baca juga: Selain ASEAN, Bank Mandiri Kaji Rencana Ekspansi ke Korea



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X