Produktivitas Padi di Jakarta Tertinggi Kedua Se-Indonesia, Kok Bisa?

Kompas.com - 24/01/2020, 15:58 WIB
Seorang petani tengah membawa padi dengan menggunakan rakit. Mereka memanen padi yang terendam banjir di Dusun 
Dusun Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (29/12/2019). KOMPAS.COM/FARIDASeorang petani tengah membawa padi dengan menggunakan rakit. Mereka memanen padi yang terendam banjir di Dusun Dusun Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (29/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski menyandang status sebagai kota metropolitan, ternyata Jakarta masih memiliki ratusan hektar sawah. Hamparan sawah paling besar tersebar di Cilincing, Jakarta Utara.

Mengutip data Statistik Indonesia 2019 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik ( BPS), Jakarta menjadi provinsi dengan lahan sawah yang produktivitas panen padinya paling tinggi kedua di Indonesia.

Luas keseluruhan sawah di Jakarta, seperti dicatat BPS, yakni seluas 960 hektar. Sementara produktivitasnya menembus 57,83 kuintal per hektar (ku/hektar). Artinya, setiap hektar lahan mampu menghasilkan gabah kering giling (GKG) 5,78 ton.

Baca juga: BPS: Rokok Penyumbang Terbesar Kedua pada Garis Kemiskinan

Sepanjang tahun 2018, persawahan di DKI Jakarta menghasilkan panen padi menghasilkan 3.990 ton GKG.

Produktivitas panen gabah DKI Jakarta ini hanya kalah oleh Bali yang produktivitasnya 5,98 ton per hektar. Pulau Dewata sepanjang 2018 menghasilkan GKG sebanyak 650.245 ton dari luas lahan 108.794 hektar.

Produktivitas padi per hektar dipengaruhi banyak faktor, seperti jumlah masa tanam, pemupukan, tingkat kesuburan tanah, kualitas air, benih, dan manajemen tanam.

Di sejumlah daerah, produktivitas GKG bahkan ada yang mencapai 8 ton per hektar untuk varietas padi tertentu. 

Baca juga: BPS: Rokok Penyumbang Terbesar Kedua pada Garis Kemiskinan

Sebagai informasi, provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia sepanjang 2018 dipegang oleh Jawa Timur sebesar 10.537.922 ton dari luas sawah 1,83 juta hektar dengan produktivitas 5,76 ton per hektar GKG.

Disusul Jawa Barat dengan produksi gabah 9.539.330 ton dari luas lahan 1,69 juta hektar dengan produktivitas 5,64 ton per hektar.

Lalu ada Jawa Tengah di posisi ketiga dengan jumlah produksi beras sebanyak 9.512.434 ton dari luas lahan 1,68 juta hektar dengan produktivitas 5,66 ton per hektar.

Sementara Kepulauan Riau menempati posisi paling buncit sebagai provinsi penghasil gabah paling sedikit, yakni hanya 833 ton dari luas sawah 355 hektar dengan produktivitas 2,34 ton per hektar.

Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim, Kementan Anjurkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X