Gara-gara Fintech, Pertumbuhan Kredit Bank Mandiri Melambat

Kompas.com - 24/01/2020, 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan kredit secara konsolidasian sepanjang 2019 mencapai 10,7 persen menjadi Rp 907,5 triliun.

Namun, bila dibandingkan tahun 2018, pertumbuhan itu melambat. Pada 2018, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit 12,4 persen menjadi Rp 820,1 triliun. Terlihat, meski naik secara nominal, pertumbuhan kredit melambat secara persentase.

Direktur Consumer and Retail Transaction Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit pada 2019 salah satunya disebabkan oleh menjamurnya fintech peer to peer lending alias pinjaman online di Tanah Air.

Baca juga: Bank Mandiri Akan Terbitkan Global Bond Rp 17,5 Triliun pada 2020

"Fintech itu mungkin kita enggak terlalu ada data lengkap. Tapi fintech ini ikut juga memakan pangsa pasar kredit juga, ya. Dan kita punya KSM itu mirip-mirip sama yang fintech lending berikan kepada masyarakat," kata Hery di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Meski demikian, Hery bilang fintech bukan satu-satunya yang menyebabkan kredit menurun. Pertumbuhan kredit pada 2019 terpengaruh oleh kencangnya kredit asing (offshore) dan tahun politik.

"Saat itu ada pemilu, ada segala macam. Dan pada saat itu komoditi juga lagi di bawah semua ya kan. Baik dua komoditi besar, CPO sama batu bara semuanya lagi di harga cukup rendah sehingga ada impact kepada kondisi ekonomi," ujar Hery.

Belum lagi, kata Hery, turunnya konsumsi masyarakat selama tahun 2019 sehingga berpengaruh pada kredit konsumer seperti penjualan properti, kartu kredit, dan kredit otomotif.

Dia pun mencontohkan dengan catatan penjualan mobil Gaikindo di pasar dalam negeri yang mengalami penurunan hampir 12 persen per September 2019. Artinya, permintaan pasar memang tengah tak optimal

"KPR mortgage juga secara nasional di kuartal III 2019 hanya hanya mencapai 9,9 persen yoy. Lebih rendah dibandingkan 2018, ya sekitar 13,2 persen. ini menunjukkan bahwa memang terjadi perlambatan dari sisi permintaan sehingga kreditnya ikut turun," pungkas Hery.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Whats New
Pertemuan WEF, Pemerintah RI Rayu Investor Berinvestasi Kendaraan Listrik

Pertemuan WEF, Pemerintah RI Rayu Investor Berinvestasi Kendaraan Listrik

Rilis
Pemerintah Kantongi Rp 20 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN

Pemerintah Kantongi Rp 20 Triliun dari Lelang 7 Seri SUN

Whats New
48,9 Persen Tiket Mudik dan Balik Lebaran 2022 KAI Dibeli Melalui KAI Access

48,9 Persen Tiket Mudik dan Balik Lebaran 2022 KAI Dibeli Melalui KAI Access

Whats New
Genjot Kinerja Keuangan, BRI Dinilai Perlu Melanjutkan Transformasi Digital

Genjot Kinerja Keuangan, BRI Dinilai Perlu Melanjutkan Transformasi Digital

Whats New
Tiket.com Tebar Promo Diskon Tiket Hotel Hingga Kereta Sampai 70 Persen

Tiket.com Tebar Promo Diskon Tiket Hotel Hingga Kereta Sampai 70 Persen

Spend Smart
Catat, Skor Kredit Mulai Jadi Pertimbangan Perusahaan Merekrut Karyawan

Catat, Skor Kredit Mulai Jadi Pertimbangan Perusahaan Merekrut Karyawan

Whats New
Masih Kurang, Semen Indonesia Berusaha Cari Batu Bara Untuk Kebutuhan Produksi

Masih Kurang, Semen Indonesia Berusaha Cari Batu Bara Untuk Kebutuhan Produksi

Whats New
3 Syarat Memperoleh Persetujuan Ekspor CPO

3 Syarat Memperoleh Persetujuan Ekspor CPO

Whats New
Cek Aturan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan 2022

Cek Aturan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan 2022

Whats New
Produksi Beras Nasional Meningkat, Mentan SYL Banjir Pujian

Produksi Beras Nasional Meningkat, Mentan SYL Banjir Pujian

Rilis
Tidak Ada Impor Beras Selama Tiga Tahun, Wabup Subang Puji Mentan SYL

Tidak Ada Impor Beras Selama Tiga Tahun, Wabup Subang Puji Mentan SYL

Rilis
Hingga Mei 2022, Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 3,84 Triliun

Hingga Mei 2022, Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 3,84 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.