3 Wejangan Menhub ke Bos Baru Garuda Agar Harga Tiket Pesawat Murah

Kompas.com - 24/01/2020, 18:03 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan 3 wejangan kepada Irfan Setiaputra yang baru diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia.

Menhub ingin Garuda Indonesia mampu menyediakan tiket pesawat murah bagi masyarakat. Namun di sisi lain, ia juga ingin keuangan maskapai pelat merah itu tetap terjaga.

"Tidak sekedar menurunkan harga tiket. Tetapi saya juga mengutamakan, bahwa Garuda ini harus sustain. Artinya dia harus untung," kata Budi usai bertemu dengan Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Mengapa Ada Tiga Tangan Kanan Chairul Tanjung di Garuda? Ini Alasannya

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu menyarankan kepada Irfan untuk menciptakan kesinambungan antara ketersediaan tiket murah dan laba perusahaan.

Pertama, Garuda dapat bekerja sama dengan pihak hotel untuk menyediakan tiket bundling. Tiket ini disediakan untuk menarik penumpang dengan tujuan wisata.

"Karena dengan itu bisa murah," ujar Budi.

Baca juga: Cerita Kubu CT Tolak Laporan Keuangan Garuda Polesan Ari Askhara

Kemudian, Budi juga menyarankan kepada Irfan untuk menyediakan tiket yang jauh lebih murah apabila dipesan jauh hari.

Pasalnya, saat ini rata-rata tingkat okupansi penerbangan Garuda baru mencapai 70 persen, sementara 30 persen sisanya kosong.

"Nah 30 persen ini kan sayang. Kalau dari 30 persen itu 50 persen saja terisi, dan bisa terjual dari 3 bulan sebelumnya, maka dia meningkatkan tingkat keterisian, walaupun diskon," tutur Budi.

Baca juga: Peter F Gontha, Orang Cendana yang Jadi Komisaris Garuda

Terakhir, Garuda juga disarankan untuk mempertahankan kebijakan penyediaan tiket murah pada jadwal tertentu yang sudah dianjurkan oleh pemerintah sejak tahun lalu.

Budi optimis, apabila Garuda menjalankan tiga masukan tersebut maka permasalahan terkait harga tiket dan kesehatan keuangan perusahaan akan teratasi secara bersamaan.

"Kami harapkan Garuda lebih bagus, tetap eksis tetapi bisa memberikan keterjangkauaan," ucapnya.

Baca juga: Garuda Indonesia Cari Utang Baru untuk Bayar Utang Jatuh Tempo

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X