Belum Ada Travel Warning ke Wuhan, Ini Penjelasan Menhub

Kompas.com - 24/01/2020, 18:40 WIB
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh atau thermoscan di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2020).  Alat tersebut digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang pesawat internasional untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang berasal dari Wuhan, China. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROPetugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengoperasikan alat deteksi suhu tubuh atau thermoscan di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2020). Alat tersebut digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang pesawat internasional untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang berasal dari Wuhan, China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah masih belum menetapkan status travel warning ke Wuhan, China, untuk merespons ramainya wabah virus corona yang berasal dari wilayah tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, meski pemerintah belum menetapkan status travel warning, Kementerian Perhubungan sudah mewanti-wanti maskapai untuk tidak terbang ke Wuhan.

"Secara umum sudah menyampaikan kepada operator. Kita pertama kali memperhatikan penerbangan kita untuk tidak terbang ke kota Wuhan," ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu memastikan semua maskapai sudah tidak menyediakan penerbangan dengan tujuan Wuhan.

Baca juga: Virus Corona Merebak, AirAsia Hentikan Semua Penerbangan ke Wuhan

Selain itu, Budi juga mencatat sudah tidak ada lagi penerbangan asal Wuhan yang masuk ke Indonesia.

"Bahkan kemarin, penerbangan dari Wuhan kosong. Dan kita sementara ini menutup penerbangan kita ke sana," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi penyebaran virus corona melalui jalur penerbangan.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktivitas penerbangan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

Polana menyebutkan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 yang berisi empat perintah kepada maskapai.

Pertama, maskapai harus melengkapi kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan.

Kedua, maskapai wajib melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas apabila terdapat orang atau penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X