[POPULER MONEY] Garuda Beri Diskon 71 Persen | Sikap DPR Tanggung

Kompas.com - 27/01/2020, 05:41 WIB
Ilustrasi tiket pesawat THINKSTOCKIlustrasi tiket pesawat

1. Rayakan Hari Jadi ke-71, Garuda Beri Diskon Tiket hingga 71 Persen

Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-71, Garuda Indonesia memberikan potongan harga tiket hingga 71 persen. Promo ini berlaku untuk hampir seluruh rute penerbangan domestik dan internasional.

Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra mengatakan, promo ini berlaku untuk pembelian tiket pada tanggal 26 Januari 2020, dengan periode perjalanan mulai dari 26 Januari hingga 14 Mei 2020.

Menurut dia, promo ini merupakan upaya maskapai pelat merah tersebut untuk memenuhi ekspektasi konsumen.

“Penawaran khusus tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa yang selama ini telah mendukung Garuda Indonesia dengan selalu menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia hingga menginjak usia ke-71 tahun ini," tutur dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/1/2020).

Simak detailnya di sini

2. Tahun Tikus Logam, Investasi Ini Diprediksi Bakal Cuan

Pada tahun 2020 atau tahun Tikus Logam berdasarkan kalendar China, ada dua sektor yang diperkirakan berkinerja baik, yaitu properti dan tambang logam.

Menurut Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, di tahun tikus logam ini, diyakini unsur tanah akan menjadi sangat dominan.

"Tahun 2020 setahun setelah pemilu orang mulai berpikir investasi. Goyangnya investasi di produk asurasi dan reksa dana sedikit banyak membuka angin segara bagi investasi properti," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (25/1/2020).

Menurut dia, sektor propeti mendapat dukungan dari suku bunga acuan yang turun 100 bsp tahun lalu, dan beberapa pelongaran di kebijakan loan to value (LTV). Jika tahun lalu ada pemilu dan orang menahan diri berinvestasi di properti, maka berbeda dengan tahun ini, dimana peluang orang mengalihkan investasi ke sektor properti sangat terbuka lebar.

Investasi apa saja yang bakal bersinar? Simak di sini

3. Ditjen Pajak Lelang Online Mobil Sitaan, Harga Mulai Rp 43,3 Juta

Sedang cari mobil lelang? bersiaplah. Sebab Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, melalui KPP Penanaman Modal Asing Lima akan melelang secara online 7 mobil hasil sitaan dari para wajib pajak.

Berdasarkan informasi lelang di lelang.go.id, Minggu (26/1/2020), lelang online 7 mobil tersebut akan dilakukan pada Senin, 27 Januari 2020.

Adapun penyelenggara lelang yakni Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta II.

Bagi Anda yang tertarik ikut lelang, maka harus menyetorkan uang jaminan paling lambat pada Minggu, 26 Januari 2020.

Selengkapnya baca di sini

4. Merebak Virus Corona, Harga Saham Perusahaan Vaksin Ini Melonjak

Pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, virus corona saat ini sudah merebak ke 12 negara di berbagai belahan dunia. Virus yang disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) ini telah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

Meluasnya virus corona mendorong perusahaan vaksin dunia untuk ikut ambil bagian mengambil langkah penanggulangan virus mematikan tersebut. Saham perusahaan pembuat vaksin juga ikut terpengaruh.

Seperti dilansir Kompa.com dari MarketWatch, saham perusahaan vaksin Inovio Pharmaceuticals Inc atau INO mengalami lonjakan tajam hingga 10,42 persen pada penutupan perdagangan saham pada Jumat (24/1/2010).

Volume perdagangan sahamnya juga meningkat menjadi 12,3 juta saham, menukik tajam dibandingkan rata-rata saham yang diperdagangkan dalam sehari penuh selama 30 hari terakhir yang mencatatkan perdagangan sekitar 1,4 juta saham.

Simak selengkapnya di sini

5. Sikap DPR Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan Kelas III Dinilai Tanggung

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyayangkan sikap Komisi IX DPR yang hanya fokus terhadap desakan untuk menurunkan iuran peserta kelas III BPJS Kesehatan.

Harusnya kata dia, Komisi XI memastikan iuran JKN bagi rakyat miskin ditanggung seluruhnya oleh pemerintah. Termasuk rakyat miskin yang justru masuk sebagai peserta kelas III BPJS Kesehatan.

"Berjuangnya tanggung," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (26/1/2020).

Timboel justru menilai, sikap Komisi IX yang menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan peserta kelas III sama saja mengukuhkan rakyat miskin di kelas tersebut tetap membayar iuran JKN.

Seharusnya menurut dia, DPR fokus pada proses cleansing data Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dilakukan Kementerian Sosial. Termasuk data peserta kelas III BPJS Kesehatan.

Baca selengkapnya di sini

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X