Wabah Virus Corona, Ini Sektor yang Dirugikan dan Diuntungkan

Kompas.com - 27/01/2020, 11:36 WIB
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. AFP/HECTOR RETAMALPara staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.

NEW YORK KOMPAS.com - Saham-saham di seluruh dunia tercatat hancur lebur pada akhir pekan lalu. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran kemunculan jenis virus baru di China yang menekan laba perusahaan-perusahaan dari Wuhan hingga Washington.

Mengutip USAToday, Senin (27/1/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah menetapkan virus corona sebagai darurat kesehatan global dimana Virus Corona telah menewaskan lebih dari 24 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang, dengan pusat penyebaran di kota Wuhan di China tengah.

Sontak para investor pun mengkhawatirkan wabah virus yang bermula di kota Wuhan, China itu.

Baca juga: Ramalan Mengerikan Bill Gates soal Wabah Virus Corona

Hal tersebut belajar dari kasus mewabahnya virus SARS, yang menyebabkan kerugian yang besar. Seperti pasar saham Hong Kong yang kehilangan sekitar 10 persen bulan Maret dan April 2003 ketika jumlah kasus SARS baru dikonfirmasi mewabah dengan cepat.

Saat ini kerugian fisik akibat virus Corona yang tak hanya menyebabkan kematian, ketakutan terhadap penyakit dapat menyebabkan orang berhenti bepergian, berbelanja, dan makan di restoran.

Menurut FactSet, China menyumbang 6 persen dari semua pendapatan untuk perusahaan S&P 500 selama 12 bulan terakhir atau hampir dua kali lipat negara lain selain Amerika Serikat.

"Ini dapat memiliki dampak luas di luar China," kata CFO Procter & Gamble, Jon Moeller.

Baca juga: Khawatir Virus Corona, Rupiah Awali Pekan Melemah

Saham-saham perusahaan AS terpukul karena mendapat bisnis langsung dari China. Misalkan saja industri perjalanan dan wisata.

Las Vegas Sands dan Wynn Resorts mendapatkan sebagian besar pendapatan mereka dari kasino di Makau, di pantai selatan China. Masing-masing kehilangan lebih dari 8 persen nilai saham minggu lalu.

Maskapai penerbangan juga telah dirugikan oleh kekhawatiran wabah yang membuat pelanggan tidak hanya terbang dari dan ke China tetapi juga di seluruh wilayah.

Halaman:
Baca tentang


Sumber USAToday
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Grab, Traveloka Dikabarkan Juga Bakal IPO Via Perusahaan Cek Kosong?

Selain Grab, Traveloka Dikabarkan Juga Bakal IPO Via Perusahaan Cek Kosong?

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Membantu Anak Mempersiapkan Kembali ke Sekolah | Mengapa Ujian Bahasa Indonesia Jarang Mendapat 100?

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Membantu Anak Mempersiapkan Kembali ke Sekolah | Mengapa Ujian Bahasa Indonesia Jarang Mendapat 100?

Rilis
Benci Produk Luar Negeri Dinilai Datangkan Investasi, Kok Bisa?

Benci Produk Luar Negeri Dinilai Datangkan Investasi, Kok Bisa?

Whats New
Mau Buka Franchise Tahu Go? Ini Modal dan Syaratnya

Mau Buka Franchise Tahu Go? Ini Modal dan Syaratnya

Smartpreneur
Ada Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Sikon Tropis, Kemenhub Minta Pelaku Pelayaran Waspada

Ada Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Sikon Tropis, Kemenhub Minta Pelaku Pelayaran Waspada

Whats New
Naik Rp 6.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Naik Rp 6.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
IHSG Awal Sesi Bangkit, Rupiah Masih Lemah

IHSG Awal Sesi Bangkit, Rupiah Masih Lemah

Whats New
Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga

Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga

Rilis
Mengenal Arti Reseller dan Dropship

Mengenal Arti Reseller dan Dropship

Earn Smart
Sempat Sentuh Rp 923,75 Juta, Harga Bitcoin Hari Ini Rp 912,49 Juta

Sempat Sentuh Rp 923,75 Juta, Harga Bitcoin Hari Ini Rp 912,49 Juta

Whats New
Ini Harga Cabai Merah, Telur Ayam, dan Daging Sapi pada Hari Pertama Puasa

Ini Harga Cabai Merah, Telur Ayam, dan Daging Sapi pada Hari Pertama Puasa

Whats New
Mengenal Franchise, Mulai dari Definisi dan Istilah Terkait Lainnya

Mengenal Franchise, Mulai dari Definisi dan Istilah Terkait Lainnya

Smartpreneur
Grab Bakal Merger dengan Perusahaan Cek Kosong untuk IPO, Apa Itu?

Grab Bakal Merger dengan Perusahaan Cek Kosong untuk IPO, Apa Itu?

Whats New
Mampukah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X