Wabah Virus Corona, Ini Sektor yang Dirugikan dan Diuntungkan

Kompas.com - 27/01/2020, 11:36 WIB
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. AFP/HECTOR RETAMALPara staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.

Nilai saham United Airlines turun 8,7 persen pekan lalu. Perusahaan United Airline memiliki sekitar 5,5 persen kapasitas penerbangan yang dialokasikan untuk rute AS-China atau Hong Kong.

Analis Stifel menyebut, dampak virus corona memang tidak hanya terjadi pada China saja. Misalkan saja wisata di Hawaii yang kebanyakan didatangi oleh turis asal China. Rata-rata turis tersebut memiliki pengeluaran tertinggi dan menghabiskan 349 dollar AS per orang per hari pada tahun 2018.

"Jika wisatawan China berhenti melakukan perjalanan wisata, maka para pelaku bisnis perhotelan AS akan dirugikan," sebutnya.

Baca juga: Virus Corona Merebak, McDonalds Tutup Restoran di 5 Kota di China

Sementara itu, analis JP Morgan menyebut, perusahaan-perusahaan mewah Eropa di China yang mana memperoleh 35 persen dari penjualannya juga akan merugi.

Ini juga tak hanya terjadi pada perusahaan transportasi dengan orientasi bisnis retail. Wuhan juga merupakan pusat industri besar di China, dengan pabrik-pabrik baja, telepon pintar, dan mobil.

"Virus ini dapat meningkatkan biaya bagi perusahaan terkait dengan rantai pasokan," kata seorang analis J.P. Morgan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, setiap pengurangan tajam pada perjalanan wisata tentunya akan berdampak pada harga minyak. China adalah pendorong terbesar dunia untuk pertumbuhan permintaan minyak, namun harga minyak turun 2,5 persen pada Jumat lalu.

Sementara itu, keuntungan bisa didapatkan bagi perusahaan yang sudah mengalami pergeseran ke belanja online. Ini dinilai dapat membantu mengurangi dampak orang-orang yang berusaha menjauh dari sistem pembelian langsung.

Selain itu,  sektor farmasi terutama perusahaan pembuat vaksin sahamnya diperkirakan bakal melonjak karena spekulasi penjualan mereka bisa mendapat dorongan optimisme pasar.

Analis mengatakan, Novavax, sebuah perusahaan dengan nilai pasar 250 juta dollar AS sedang mengeksplorasi pengembangan kandidat vaksin corona virus. Nilai saham perusahaan juga melonjak hampir 36 persen dalam sepekan ini.

Inovio Pharmaceuticals, yang mengatakan menerima hibah hingga 9 juta dollar AS untuk mengembangkan vaksin melawan virus baru, nilai sahamnya juga naik hampir 29 persen.

Baca juga: Lion Air: 7 Penumpang Asal China yang Tiba di Manado Negatif Virus Corona


Halaman:
Baca tentang


Sumber USAToday
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.